Limbah Medis Dibuang Sembarang di Ciamis, Mahasiswa Gelar Aksi Selamatkan Lingkungan

Acep Muslim ยท Selasa, 08 Juni 2021 - 14:40:00 WIB
Limbah Medis Dibuang Sembarang di Ciamis, Mahasiswa Gelar Aksi Selamatkan Lingkungan
Mahasiswa menggelar unjuk rasa di kantor Setda Kabupaten Ciamis. Mereka memprotes penanganan limbah medis yang dinilai tak becus. (Foto: iNews/Acep Muslim)

CIAMIS, iNews.id - Temuan limbah medis, seperti obat, masker, sarung tangan medis, dan  alat suntik dibuang sembarang di tempat pembuangan sampah (TPS) sementara milik RSUD Ciamis. Untuk menyikapi kasus itu, mahasiswa di Kabupaten Ciamis menggelar aksi selamatkan lingkungan.

Selain menggelar aksi teatrikal manusia plastik, massa pun memberikan hadiah kantong sampah, bibit pohon, dan korek kuping ke manajemen Pemkab Ciamis agar aspirasi mereka didengar.

Kedatangan massa disambut Bupati Ciamis bersama jajarannya. Dalam aksinya, para mahasiswa menutup kepala mereka dengan kantong kresek sebagai bentuk protes atas kondisi sungai dan lingkungan yang kotor oleh sampah plastik. 

Aksi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di depan kantor Setda Kabupaten Ciamis ini berakhir Senin (7/5/2021) petang dan berjalan tertib dengan pengamanan aparat Satpol PP dan kepolisian.

Temuan limbah medis di TPS sementara milik RSUD Ciamis itu direkam warga. Video amatir berisi rekaman limbah medis itu pun viral di media sosial. Limbah medis yang dibuang sembarang itu menjadi salah satu bukti buruknya penanganan sampah medis yang tergolong limbang bahan berbahaya dan beracun (B3).

Selain di RSUD Ciamis, limbah medis juga ditemukan di salah satu puskesmas yang penanganannya dengan cara dibakar. Berdasarkan undang-undang pengelolaan sampah pasal 40 ayat 1 dan 2/kesalahan dalam pengelolaan sampah terancam jerat pidana.

Sementara itu, Muhammad, koordinator aksi mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan mahasiswa karena sudah lelah dengan alasan pemerintah yang kurang serius dalam penanganan sampah.

"Salah satu bukti limbah medis yang berbahaya masih ditemukan tercecer dan dibuang sembarang. Fasilitas pembuangan sampah di lingkungan masyarakat pun minim," kata Muhammad, Senin (7/6/2021) petang.


Unjuk rasa mahasiswa sempat terjeda salat Ashar. Setelah salat selesai, mahasiswa kembali melanjutkan aksi mereka. Mahasiswa menolak undangan audensi di dalam aula Setda Ciamis karena dinilai rentan menyebarkan virus Covid-19. 

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya beserta jajaran akhirnya mengikuti saran mahasiswa dan berdiskusi di depan Pendopo Ciamis. Dalam audensi, aliansi mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi. 

Di antaranya, mendesak pemerintah membenahi pengelolaan sampah dan limbah medis; menuntut terbitnya peraturan bupati terkait pengurangan sampah plastik kepada pelaku usaha; menuntut pengelolaan bank sampah seadil-adilnya; transparansi kajian konservasi Gunung Sawal; dan menekan laju alih fungsi lahan pertanian dan ruang terbuka hijau.

Bupati Ciamis pun menandatangani aspirasi mahasiswa dan berjanji akan memberi jawaban dalam satu pekan ke depan. Saat akan diwawancara, Bupati Ciamis enggan memberikan keterangan kepada pada wartawan.

"Saya mengapresiasi positif aksi peduli lingkungan yang digelar aliansi tanpa nama itu. Terkait penanganan sampah, Ciamis sudah memiliki ratusan bank sampah yang tersebar di tiap desa yang diharapkan bisa mengurangi sampah plastik dan menjadikannya penghasilan tambahan bagi masyarakat," kata Herdiat.

Editor : Agus Warsudi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: