Kronologi Penganiayaan Siswi di SMAN 1 Tasikmalaya, Berawal dari Perundungan
Akhirnya, siswi A mendekati siswi Z. Saat mendekat, siswi A justru ditampar oleh siswi Z. Karena ditampar, siswi A reflek mendorong kepala siswi Z hingga membentur dinding dan pelipisnya terluka.
"Hari itu juga, ada guru yang mengurusi dua siswa yang luka, siswa R dan siswi Z. Mereka langsung dibawa ke PMR untuk diberikan pertolongan pertama," tutur Kepala SMAN 1 Tasikmalaya.
Setelah itu, kata Yonandi, semua siswa, empat orang yang terlibat perundungan disertai penganiayaan, masuk ke ruang bimbingan dan konseling (BK) SMAN 1 Tasikmalaya.
"Alhamdululillah (saat itu), damai. Bersalaman semuanya (siswa yang terlibat). Tuntas lah begitu ya. Kemudian, ibu dari (pihak siswi Z) dan siswa R dibawa ke IGD karena khawatir infeksi," ucap Yonandi.
Diberitakan sebelumnya, kasus perendungan disertai penganiayaan ini viral di media sosial (medsos) setelah orang tua dengan akun @joelianaaaa mengunggah kondisi anaknya yang terluka di pelipis ke Instagram.
Editor: Agus Warsudi