Kronologi Penganiayaan Siswi di SMAN 1 Tasikmalaya, Berawal dari Perundungan
TASIKMALAYA, iNews.id - Kasus penganiayaan yang terjadi di SMAN 1 Tasikmalaya ternyata diawali perundungan. Seorang siswi melawan saat dirundung teman kelasnya sehingga terjadilah penganiayaan itu.
Kepala SMAN 1 Tasikmalaya Yonandi mengatakan, kronologi kejadian berawal saat siswi A yang pendiam dilempar benda oleh teman kelasnya laki-laki berinisial R. Saat itu, korban sedang menulis tugas biologi.
Lemparan pertama, siswi A hanya diam. Namun, pelaku R kembali melempar benda ke arah siswi A. Siswi A pun masih diam.
"Saat kembali dilempari benda ketiga kalinya, siswi A berdiri dan berusaha melawan. Mungkin sudah kesel gitu ya," kata Kepala SMAN 1 Tasikmalaya.
Lalu, ujar Yonandi, siswi A terlibat perkelahian kecil dengan pelaku R yang melempar benda. Siswi A terjatuh dan sempat mencakar leher pelaku perundungan siswa R. Kemudian, perkelahian itu dipisahkan oleh teman kelas, siswa berinsial A.
"Tapi percekcokan sudah selesai waktu itu. Tiba-tiba muncul teman perempuan para pelaku, yang berinisial Z. Siswi berinisial Z ini mengeluarkan kata-kata berintonasi dengan bahasa yang kurang bisa diterima lah oleh siswi A," ujar Yonandi.
Akhirnya, siswi A mendekati siswi Z. Saat mendekat, siswi A justru ditampar oleh siswi Z. Karena ditampar, siswi A reflek mendorong kepala siswi Z hingga membentur dinding dan pelipisnya terluka.
"Hari itu juga, ada guru yang mengurusi dua siswa yang luka, siswa R dan siswi Z. Mereka langsung dibawa ke PMR untuk diberikan pertolongan pertama," tutur Kepala SMAN 1 Tasikmalaya.
Setelah itu, kata Yonandi, semua siswa, empat orang yang terlibat perundungan disertai penganiayaan, masuk ke ruang bimbingan dan konseling (BK) SMAN 1 Tasikmalaya.
"Alhamdululillah (saat itu), damai. Bersalaman semuanya (siswa yang terlibat). Tuntas lah begitu ya. Kemudian, ibu dari (pihak siswi Z) dan siswa R dibawa ke IGD karena khawatir infeksi," ucap Yonandi.
Diberitakan sebelumnya, kasus perendungan disertai penganiayaan ini viral di media sosial (medsos) setelah orang tua dengan akun @joelianaaaa mengunggah kondisi anaknya yang terluka di pelipis ke Instagram.
Dalam unggahannya itu, @joelianaaaa menceritakan penganiayaan terhadap anaknya yang diduga dilakukan teman kelas. Dia juga menyesalkan sikap SMAN 1 Tasikmalaya yang cenderung membela pelaku.
Kepala SMAN 1 Tasikmalaya Yonandi pun angkat bicara terkait kabar viral terkait kasus perundungan dan penganaiayaan tersebut.
Dia memastikan, semua pihak telah sepakat berdamai. Korban telah mencabut laporan di kepolisian.
Namun, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Agung Tri Poerbowo mengatakan, penyidik menerima laporan korban penganiayaan di SMAN 1 Kota Tasikmalaya pada Selasa (16/5/2023). Kasus ini masih dalam penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Kedua belah telah dimintai keterangan, termasuk pihak sekolah. Kami akan melaksanakan gelar perkara atas kasus ini untuk menentukan kasus ini naik ke tahap penyidikan atau tidak," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Editor: Agus Warsudi