Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Polisi: Pemilik Bus Bisa Tersangka

Yudy Heryawan Juanda ยท Senin, 20 Januari 2020 - 21:02 WIB
Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Polisi: Pemilik Bus Bisa Tersangka
Polres Subang terus menyelidiki kasus kecelakaan bus maut di turunan Nagrog, Ciater yang menewaskan delapan orang. (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.idPolres Subang telah menaikan kasus kecelakaan maut bus PO Purnamasari yang kecelakaan di turunan Nagrog, Ciater, Subang ke tahap penyidikan. Saat ini, polisi baru menetapkan satu tersangka yakni, sopir bus, Dede Purnama (41) yang ikut tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kasatlantas Polres Subang, AKP Bambang Sumitro mengatakan, penyidik masih mengembangkan kasus kecelakaan bus tersebut. “Sementara ini tersangka sudah jelas yakni sopir. Kita kenakan Pasal 310 ayat 4 tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Keterangan dari ATPM, ada beberapa perubahan rem. Nanti kita dalami lagi,” katanya, Senin (20/1/2020).

Meski demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan pemilik PO bus menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan itu tergantung hasil proses penyidikan. “Kami akan kembangkan ke PO (pemilik bus). Kita masih kembangkan lagi. Dasar kami nanti hasil dari penyelidikan tim ahli,” ucapnya.

BACA JUGA: Kemenhub Sebut Bus yang Kecelakaan di Subang Telah Dimodifikasi dan Ilegal 

Dirjen Hubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, kasus kecelakaan maut yang menewaskan delapan korban jiwa ini menjadi pelajaran bagi Kemenhub untuk terus melakukan uji kelaikan kendaraan hingga izin dari perusahaan otobus.
“Kami juga mengajak peran dari operator untuk mengurus izin perusahaannya,” ucapnya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan PO Bus Purnamasari dalam kecelakaan yang menewaskan delapan orang kader posyandu di turunan Nagrog, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020) lalu.

Budi Setiyadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan bangkai bus petugas gabungan KNKT, Polres Subang dan Kemenhub menemukan banyak pelanggaran mulai dari perusahaan otobus yang tidak memiliki izin angkutan pariwisata hingga rem bus yang telah dimodifikasi.

“Perusahaan otobus itu nggak punya izin, tapi sudah menyelenggarakan kegiatannya. Jadi ilegal. Nanti lebih lanjut akan ditangani pihak kepolisian,” katanya.

BACA JUGA: Temukan Kejanggalan Kecelakaan di Ciater, Menhub Minta KNKT dan Ditjen Hubdat Klarifikasi

Selain itu, kata dia, dari pihak ATPM Mercy, ada beberapa alat dari kompresor pengereman yang semestinya dari besi namun memakai selang. Sehingga, pengereman tidak maksimal.

“Rem Bus Purnamasari telah dimodifikasi yang seharusnya memakai besi ini malah menggunakan selang. Selain itu, sebelum kecelakaan, bus ini mengalami kerusakan. Bus berhenti lama sekali karena ada perbaikan,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki