Kemenhub Sebut Bus yang Kecelakaan di Subang Telah Dimodifikasi dan Ilegal

Yudy Heryawan Juanda ยท Senin, 20 Januari 2020 - 19:45 WIB
Kemenhub Sebut Bus yang Kecelakaan di Subang Telah Dimodifikasi dan Ilegal
Petugas gabungan mengecek bangkai Bus Purnamasari yang menewaskan delapan orang di turunan Nagrog, Ciater, Subang, Senin (20/1/2020). (Foto: iNews/Yudi Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id – Tim gabungan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan PO Bus Purnamasari dalam kecelakaan yang menewaskan delapan orang kader posyandu di turunan Nagrog, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020) lalu.

Dirjen Hubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan bangkai bus petugas gabungan KNKT, Polres Subang dan Kemenhub menemukan banyak pelanggaran mulai dari perusahaan otobus yang tidak memiliki izin angkutan pariwisata hingga rem bus yang telah dimodifikasi.

“Perusahaan otobus itu nggak punya izin, tapi sudah menyelenggarakan kegiatannya. Jadi ilegal. Nanti lebih lanjut akan ditangani pihak kepolisian,” katanya, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Temukan Kejanggalan Kecelakaan di Ciater, Menhub Minta KNKT dan Ditjen Hubdat Klarifikasi 

Selain itu, kata dia, dari pihak ATPM Mercy, ada beberapa alat dari kompresor pengereman yang semestinya dari besi namun memakai selang. Sehingga, pengereman tidak maksimal.

“Rem Bus Purnamasari telah dimodifikasi yang seharusnya memakai besi ini malah menggunakan selang. Selain itu, sebelum kecelakaan, bus ini mengalami kerusakan. Bus berhenti lama sekali karena ada perbaikan,” katanya.

BACA JUGA: Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Pemkot Depok Gratiskan Biaya RS Seluruh Korban

Melihat banyaknya pelanggaran yang ditemukan, Polres Subang kini menaikan kasus kecelakaan maut itu ke tahap penyidikan. Kasatlantas Polres Subang, AKP Bambang Sumitro mengatakan, penyidik masih mengembangkan kasus kecelakaan bus tersebut. “Keterangan dari ATPM, ada beberapa perubahan rem. Nanti kita dalami lagi,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki