Kasus Covid-19 Muncul Lagi di KBB, 35 Warga Positif Usai Jenguk Orang Sakit

Adi Haryanto ยท Kamis, 17 Juni 2021 - 19:08:00 WIB
Kasus Covid-19 Muncul Lagi di KBB, 35 Warga Positif Usai Jenguk Orang Sakit
Kasus warga terkonfirmasi positif di KBB kembali ditemukan. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

BANDUNG BARAT - Kasus positif Covid-19 kembali ditemukan muncul di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini, sebanyak 35 warga RT 04/14 Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan, KBB, terkonfirmasi terpapar Covid-19 seusai menjenguk orang sakit.

Pelaksana Harian (Plh) Puskesmas Cikalongwetan, Ifah Syarifah menyebutkan, mereka yang terpapar Covid-19 diketahui setelah mengikuti rapid test antigen yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Cikalongwetan.

"Kita melakukan rapid test antigen awalnya ke 61 warga dan hasilnya positif 31. Kemudian dites lagi ke 44 warga dan ada 4 yang positif. Jadi totalnya 35 warga positif dari 105 orang yang dites," katanya, Kamis (17/6/2021).

Sejauh ini, kata dia, kebanyakan warga yang terpapar hanya mengalami gejala demam, flu, sakit badan, serta kehilangan penciuman atau anosmia. Mereka pun hanya menjalani rujukan agar melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 

Ifah menjelaskan, kasus ini berawal ketika ada seorang warga sakit lalu dijenguk oleh para tetangga dan sanak saudara. Namun setelah menjenguk, sejumlah warga mengeluhkan batuk, flu, panas, dan kehilangan penciuman. Guna memastikan kondisinya mereka diminta rapid test antigen di puskesmas. 

"Laporan awal diterima tanggal 14 Juni lalu dilakukan rapid tes antigen pada tanggal 16 Juni 2021. Awalnya ya itu, menengok warga yang sakit," ujarnya. 

Pihaknya bakal terus memantau warga yang menjalani isolasi mandiri. Hal tersebut akan intensif dilakukan bersama aparat desa, RT, dan RW selama 14 hari. Jika nantinya terdapat pasien perlu penanganan khusus maka akan segera dirujuk agar melakukan isolasi di rumah sakit. 

"Kalau nanti ada yang harus dirujuk, kita siapkan rujukan ke rumah sakit. Untuk pasien kategori hijau atau kuning bisa saja di Puskesmas karena ruang rawat inapnya ada," ucapnya.  

Editor : Asep Supiandi