Jawaban Ridwan Kamil saat Janji Beli Barang Peninggalan Inggit Garnasih Diungkit

Agung Bakti Sarasa, Sindonews ยท Sabtu, 26 September 2020 - 12:23:00 WIB
Jawaban Ridwan Kamil saat Janji Beli Barang Peninggalan Inggit Garnasih Diungkit
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akhirnya angkat bicara soal janji membeli barang peninggalan mantan istri Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Soekarno itu. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menegaskan pembelian dengan uang negara tak sesederhana seperti yang dibayangkan.

Sebelumnya disebutkan, Ridwan Kamil berjanji membeli surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno saat dirinya berkampanye untuk meraih kemenangan di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, 2018 lalu. Kini, setelah lebih dari dua tahun sukses menjadi orang nomor satu di Jabar, janji tersebut ternyata belum terwujud.

Janji Ridwan Kamil itu kembali mengemuka menyusul hebohnya kabar rencana penjualan surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno dalam beberapa hari ke belakang. Pihak keluarga berdalih terpaksa menjual dokumen berharga itu untuk menjalankan wasiat almarhumah Inggit Garnasih.

"Membeli barang itu kalau pakai uang negara standarnya kan tidak sederhana lah," ujar Ridwan Kamil di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/9/2020).

Alih-alih menepati janjinya untuk membeli barang peninggalan Inggit Garnasih, Ridwan Kamil justru menyarankan agar apapun yang lekat dengan sejarah Indonesia sebaiknya diberikan secara ikhlas kepada negara. Selain itu, menurutnya, kalaupun ada kompensasi dari negara, nilai kompensasi tidak dipatok berdasarkan penilaian subyektif.

"Sesuatu yang bersifat bersejarah luar biasa seharusnya dengan ikhlas diberikan kepada institusi kenegaraan, kalaupun ada kompensasi seharusnya tidak dipatok dengan harga yang menurut versi subjektif," katanya..

Meski begitu, Ridwan Kamil mengaku akan tetap berupaya, agar dokumen bersejarah tersebut dapat dimiliki dan dirawat negara atau disimpan di Rumah Sejarah Inggit Garnasih yang berlokasi di Jalan Ciateul, Kota Bandung. Komunikasi dengan ahli waris pun akan terus dijalin dengan baik, termasuk nilai kompensasi yang akan diberikan. Namun, kata Ridwan Kamil, nilai kompensasi tersebut harus menemui titik temu dan tidak melanggar aturan.

"Tapi akan kita terus komunikasikan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kabar mengejutkan datang dari keluarga almarhumah Inggit Garnasih, mantan istri sang proklamator, Soekarno. Tito Z Harmaen atau Tito Asmarahadi, putra dari Ratna Juami, anak angkat Inggit-Soekarno berniat menjual surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno.

Kabar mengejutkan tentang penjualan dokumen itu diunggah oleh akun Instagram @popstroerindo, pada Rabu (22/9/2020). Dalam unggahan tersebut, terlihat sebuah surat perjanjian cerai antara Inggit dengan Soekarno pada 1943.

Kepada wartawan, Tito menceritakan alasannya hendak menjual dokumen berharga itu. Titi mengatakan, alasanakan menjual surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno itu karena ada wasiat almarhumah Inggit. Wasiat Inggit itu, yakni hasil penjualan digunakan untuk membangun fasilitas umum, seperti klinik bersalin dan sekolah.

"Ada keinginan atau wasiat dari Bu Inggit buat klinik untuk lahiran (bersalin) dan sekolah dasar. Jadi (hasil dari penjualan surat nikah-cerai Inggit-Soekarno) untuk kepentingan masyarakat juga karena wasiat dari Bu Inggit," kata Tito kepada wartawan di kediamannya, kawasan Margahayu Utara, Kota Bandung, Kamis (23/9/2020).

Selain surat pernikahan dan perceraian Inggit-Soekarno, menurutnya, para kolektor barang antik juga mengincar lemari milik almarhumah Inggit dan meja belajar Soekarno saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Galuh Mahesa, anak ketiga Tito Z Harmaen mengatakan, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung pernah menawar barang peninggalan Inggit.

"RK (Ridwan Kamil) waktu sebelum jadi Gubernur, datang ke sini dan lihat barang peninggalan Bu Inggit. RK menjanjikan (membeli barang peninggalan Inggit) kalau nanti setelah jadi Gubernur. Sekarang kan udah jadi," kata Galuh.


Editor : Nani Suherni