Inspiratif, Pengusaha Muda asal Bandung Ini Sukses Bisnis Properti Tanpa Mentor

Arif Budianto · Jumat, 13 Agustus 2021 - 15:25:00 WIB
Inspiratif, Pengusaha Muda asal Bandung Ini Sukses Bisnis Properti Tanpa Mentor
Erwin Sanjaya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan salah satu proyek perumahan Pusaka Mas Persada, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Inspiratif, di usianya yang masih muda, Erwin Senjaya Hartanto tak bisa dianggap sebelah mata. Buktinya, dengan usia belum berkepala empat, telah sukses membangun berbagai bisnis, salah satunya properti. 

Tetapi, kesuksesan yang kini diraih, tak didapat dengan mudah. Semua dia lakukan membutuhkan kerja keras dan terus berinovasi. Apalagi tidak ada sosok mentor untuk menjalankan roda bisnis properti. Erwin Senjaya Hartanto yang memulai karir profesionalnya di bidang industri perumahan sejak 2013 pada usia 23 tahun.

Owner PT Pusaka Mas Persada (Pusaka Mas Group) ini, diberikan kesempatan oleh ayahnya masuk dalam industri real estate yang merupakan hal yang baru. Ini berbeda, karena latar belakang bisnis keluarga di pabrik textile dan tambak udang. 

Dia adalah lulusan studi Banking & Finance di Monash University, Melbourne Australia yang merupakan member of The Group of Eight,  Alliance of Leading University di Australia.

Kini, atas kerja kerasnya, dia telah banyak berkontribusi melalui PT Pusaka Mas Persada (Pusaka Mas Group) dengan mendapatkan penghargaan bergengsi REI-FIABCI Silver Award dalam katagori “Affordable Housing” pada akhir tahun 2020. Dia juga sempat menjadi narasumber dalam IDX Indonesia Channel untuk menggali potensi industri property pada November 2020 lalu.

Di tahun yang sama dia juga sempat meraih TOP CSR award karena sering mengadakan kegiatan sosial terutama kepada anak-anak panti asuhan. Tidak cukup mendirikan dan mengembangkan usaha properti, di tahun 2017, dia juga terjun dan meneruskan usaha tambak udang keluarga. 

Sempat mengalami kegagalan dalam budidaya udang bertahun-tahun, dia pun merombak seluruh manajemen perusahaan, sehingga mampu menyehatkan kembali perusahaan tambak udang dalam waktu yang sangat singkat.

Talenta dan keuletan dalam berbisnisnya juga terlihat dengan melihat peluang mendirikan perusahaan software technologi dengan kakak iparnya pada 2016 lalu. Hanya butuh 4 tahun lebih, perusahaan yang dijalankannya mampu melantai ke Bursa Efek Indonesia dan memiliki harapan besar menjadi perusahaan start up terbesar di Indonesia guna mendukung transformasi Industri 4.0 di tanah air.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: