Ini Nasib 2 Desa di Majalengka yang Kadesnya Meninggal Sebelum Pelantikan

Inin nastain ยท Selasa, 27 Juli 2021 - 13:26:00 WIB
Ini Nasib 2 Desa di Majalengka yang Kadesnya Meninggal Sebelum Pelantikan
Pelantikan kades terpilih dilakukan secara virtual. Kades yang dilantik terhubung dengan video conference dengan Bupati Majalengka Karna Sobahi. (Foto: iNews/M Zeni Johadi)

MAJALENGKA, iNes.id - Nasib dua desa di Kabupaten Majalengka, harus tertunda memiliki kuwu atau kepala desa (kades). Bahkan dua desa itu harus melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) ulang lantaran kades terpilih meninggal dunia sebelum pelantikan.

Wilayah yang harus menyelenggarakan pilkades ulang, yakni Desa Cenggal, Kecamatan Maja; dan Desa Margamukti, Kecamatan Talaga. Bupati Majalangka Karna Sobahi pun sempat mengatakan di dua desa tersebut akan dilakukan pilkades ulang.

Menyikapi komentar Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Majalengka Hendra Krisniawan mengatakan, Pilkades di dua desa itu bukan berarti akan diulang dalam waktu dekat, dan dikhususkan untuk dua desa itu saja.

“Maksudnya Pilkades ulang itu bahwa yang dua desa, pilkadesnya mengikuti di gelombang berikutnya. Karena pilkades yang tanggal 22 Mei 2021, untuk yang dua desa Kades terpilihnya meninggal, dianggap batal. Sehingga harus Pilkades lagi di gelombang yang akan datang, yaitu di Tahun 2023,” kata Hendra kepada MPI, Selasa (27/7/2021).

Untuk sementara, jelas dia, di dua desa itu akan dipimpin pejabat kuwu. Untuk penentuan sendiri, berdasarkan usulan dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) setempat kepada Bupati. 

“Camat dan BPD mengajukan calon penjabat kades kepada Bapak Bupati. Jadi nanti yang mengisi kekosongan adalah penjabat kades,” ujar dia.

“Pejabat kuwu dari (kalangan) PNS yang memenuhi syarat. Kewenangan usulannya ada di camat. Camat berkoordinasi dengan BPD,” lanjut dia.

Disinggung komposisi perangkat desa di dua desa itu, Hendra menjelaskan, pejabat kuwu diharuskan berkoordinasi denan camat. Ditegaskannya, baik memberhentikan maupun pengangkatan tidak bisa dilakukan sekehendak dari kuwu.

“Untuk memberhentikan atau mengangkat perangkat desa itu ada mekanismenya tersendiri, tidak boleh melanggar mekanisme yang sudah ditetapkan dalam  peraturan. Salah satunya untuk mengangkat dan memberhentikan perangkat desa harus ada rekomendasi camat. Tanpa itu maka pengangkatan dan pemberhentian tidak sah,” ucap dia.

Diketahui, dua dari 127 desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang menyelenggarakan Pilkades serentak pada 22 Mei lalu gagal memiliki Kuwu (Kades) baru. Pasalnya, Kuwu terpilih di dua desa itu meninggal dunia sebelum pelantikan dilaksanakan. 

Editor : Asep Supiandi