Ngeri, 43 Warga Purwakarta Meninggal akibat Covid-19 Selama PPKM Level-4

Asep Supiandi ยท Senin, 26 Juli 2021 - 10:44:00 WIB
Ngeri, 43 Warga Purwakarta Meninggal akibat Covid-19 Selama PPKM Level-4
Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purwakarta masih cukup tinggi. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)

PURWAKARTA, iNews.id - Kabupaten Purwakarta harus kehilangan 43 orang warganya yang meninggal akibat positif Covid-19 selama penerapan PPKM Level-4. Dengan kondisi seperti itu, maka tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purwakarta relatif masih cukup tinggi.

Berdasarkan update data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di laman Diskominfo Purwakarta Kabupaten Purwakarta, sejak dimulainya PPKM Level 4 pada 21 Juli 2021, kasus kematian terus terjadi hingga 25 Juli 2021,   

Di awal PPKM Level 4, jumlah warga yang meninggal sebanyak 7 orang. Sehari kemudian, yaitu pada 22 Juli kasus serupa terjadi sebanyak 9 orang. Sehari kemudian atau pada 23 Juli 2021 naik menjadi 10 orang. Baru pada 24 Juli 2021 turun hanya 6 orang yang meninggal dunia. Namun di hari terakhir PPKM Level-4 pada 25 Juli 2021, kasus kematian akibat Covid-19 melonjak menjadi 11 orang.

Pasien meninggal di 25 Juli 2021, yakni empat orang di Kecamatan Purwakarta, dua orang di Kecamatan Jatiluhur, satu orang di Kecamatan Babakancikao, satu orang di Kecamatan Campaka, dua orang di Kecamatan Cibatu dan satu orang di Kecamatan Bungursari.       

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana sekaligus tim GTPP Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, mengakui tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purwakarta masih cukup besar.  

"Memang betul, kasus kematian akibat Covid-19 di Purwakarta masih besar, rata-rata antara 5 sampai 10 orang per hari. Bahkan pernah terjadi di satu hari sampai 14 orang yang meninggal," kata Wahyu, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan membuat Kabupaten Purwakarta belum keluar dari level-4. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadi demikian, di antaranya sempat mengalami tingginya keterisian rumah sakit. Hampir semua ruangan rawat inap di rumah sakit dalam keadaan penuh.

"Saat ini tingkat keterisian rumah sakit sudah mulai melandai," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: