Hore! Janda dan Duda di Bandung Bakal Dapat Uang Bulanan

Agung Bakti Sarasa · Selasa, 18 Januari 2022 - 17:05:00 WIB
Hore! Janda dan Duda di Bandung Bakal Dapat Uang Bulanan
Para janda dan duda di Bandung bisa terima manfaat jaminan uang tunai yang dibayarkan setiap bulan. (Foto/Ilustrasi/Dok)

BANDUNG, iNews.id - Hore! Ini kabar gembira bagi para janda atau duda di Kota Bandung. Kini, janda dan duda bisa mendapatkan uang bulanan hingga meninggal dunia atau menikah lagi. 

Jaminan berupa uang tunai bulanan tersebut merupakan manfaat pensiun janda/duda (MPJD) sebagai bagian dari program Jaminan Pensiun (JP) yang digulirkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Kepala BP Jamsostek Kantor Canang Bandung Suci, Erni Purnamawati mengatakan, MPJD merupakan uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris yang terdaftar di BP Jamsostek. "MPJD diberikan hingga (janda/duda) meninggal dunia atau menikah lagi," kata Erni di Bandung, Selasa (18/1/2022). 

Syarat untuk mendapatkan MPJD, ujar Erni, yakni, pasangan yang merupakan peserta BP Jamsostek meninggal dunia dalam masa iuran kurang dari 15 tahun. 

"Masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80 persen atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun hari tua (MPHT)," ujar Erni.

Selain MJPD, tutur Kepala BP Jamsostek Kancab Bandung Suci, program JP juga mencakup manfaat pensiun anak (MPA), manfaat pensiun orang tua (MPOT), manfaat pensiun hari tua (MPHT) dan manfaat pensiun cacat (MPC). 

Semua manfaat tersebut dibayarkan setiap bulannya terhitung sejak peserta berhenti bekerja (baik karena pensiun atau mengalami kecacatan). "Jika peserta wafat, istri atau suaminya akan merasakan manfaat JP dan jika pasangannya pun wafat maka manfaatnya akan dirasakan hingga anaknya yang kedua berusia 23 tahun, sudah bekerja, atau sudah menikah," tuturnya. 

Menurut Erni, iuran JP ini dibayarkan secara bersama oleh pekerja dan perusahannya masing-masing sebesar 1 persen dan 2 persen tiap bulannya yang dipotong dari total upah peserta. Namun, program JP ini hanya berlaku bagi peserta penerima upah (PU). Adapun pekerja mandiri dapat mendaftar pada program Jaminan Hari Tua (JHT) yang secara garis besar memiliki manfaat yang sama.

Erni menambahkan, berdasarkan Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015, per 1 Januari 2022, usia pensiun pada program JP menjadi 58 tahun. 

Bagi peserta JP yang telah mencapai usia 57 tahun pada tahun 2021 atau telah berhenti bekerja di tahun 2021, namun sampai sekarang belum memproses klaim manfaat JP-nya, kata Erni, maka klaim JP dapat diproses tanpa menunggu usia 58 tahun jika peserta mengajukan klaim JP di tahun 2022.

Sedangkan bagi peserta JP yang masih aktif sebagai peserta pada tahun 2022, makan usia pensiunnya menjadi 58 tahun dan dapat melanjutkan kepesertaan JP-nya paling lama hingga usia 61 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Erni menjelaskan perbedaan usia pensiun Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Manfaat JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya yang dapat diambil manfaatnya ketika peserta mencapai usia 56 tahun.

Manfaat JP dapat berupa sejumlah uang yang dibayarkan sekaligus atau setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, yang mana usia pensiun per 1 Januari 2022 adalah 58 tahun.

"lnformasi lebih lanjut dapat menghubungi Petugas BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang terdekat atau melalui Call Center di 175," ucap Erni.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: