Guru di Tasikmalaya Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli 3 Murid dengan Modus Pijat

Asep Juhariyono ยท Kamis, 16 Desember 2021 - 19:40:00 WIB
Guru di Tasikmalaya Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli 3 Murid dengan Modus Pijat
Tersangka AS, guru di Kabupaten Tasikmalaya yang diduga mencabuli tiga muridnya. (Foto: iNews/ASEP JUHARIYONO)

TASIKMALAYA, iNews.id - AS (48), seorang guru di sebuah lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ditangkap polisi. Guru AS diduga mencabuli tiga murid perempuan dengan modus pijat.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan, petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya menangkap guru AS setelah menerima laporan dari korban pada 7 Desember tentang pencabulan. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, ternyata korban aksi bejat guru AS bukan hanya satu, tapi.

"Akhirnya petugas bergerak menangkap guru AS tanpa perlawanan. Tersangka mengakui perbuatannya mencabuli tiga muridnya saat subuh dengan modus mengobati korban yang sedang sakit dengan memijat," kata Kapolres Tasikmalaya dalam konferensi pers di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (16/12/2021).

Peristiwa ini, ujar AKBP Rimsyahtono, berawal lima tahun lalu saat seorang korban sedang sakit. Pelaku AS menawarkan pengobatan dengan cara memijat di asrama putri sekolah tempat korban belajar. 

"Dalam melakulan aksinya, oknum guru ini menawarkan pengobatan kepada salah seorang korban yang kebetulan sedang sakit. Korban istirahat di dalam kamar asrama putri, sendirian. Sementara teman korban sedang melaksanakan sholat subuh. Tersangka kemudian datang dan masuk ke kamar hingga akhirnya terjadilah perbuatan cabul kepada korban," ujar AKBP Rimsyahtono. 

Selain menngkap tersangka AS, tutur Kapolres Tasikmalaya, polisi juga mengamankan barang bukti berupa handphone berisi percakapan antara korban dengan tersangka dan pakaian korban.

Kapolres Tasikmalaya menuturkan, kasus ini masih didalami. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah seperti yang diduga sebelumnya. Sejumlah saksi akan diambil keterangannya.

"Namun untuk saat ini baru tiga korban yang lengkap alat buktinya. Begitu juga pengakuan terlapor (tersangka) dan korban, baru tiga orang. Korban masih di bawah umur," tutur Kapolres.

Menurut AKBP Rimsyahtono, tidak ada tekanan dari pihak manapun terkait kasus ini. Justru masyarakat mendukung penegakkan hukum dilakukan agar kasus ini terang benderang, masyarakat tenang, dan ada kepastian hukum.

"Akibat perbuatanya tersangka AS dijerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara," ucap AKBP Rimsyahtono.

Editor : Agus Warsudi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: