Gegara Dicabuli Pria Beristri hingga Hamil, Siswi SMK di Pangandaran Putus Sekolah

Irfan Ramdiansyah ยท Selasa, 13 Juli 2021 - 11:37:00 WIB
Gegara Dicabuli Pria Beristri hingga Hamil, Siswi SMK di Pangandaran Putus Sekolah
Seorang pria beristri diduga mencabuli pelajar yang masih di bawah umur di Pangandaran. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

PANGANDARAN, iNews.id - Seorang pria beristri di Kabupaten Pangandaran diduga tega mencabuli seorang pelajar di bawah umur hingga hamil. Korban yang masih berusia 16 tahun itu pun dipaksa berkali-kali melayani nafsu bejat pelaku. 

Lebih mirisnya lagi, korban yang berinisial AI ini terpaksa harus putus sekolah lantaran sudah berbadan dua. Orang tuanya yang mengetahui kasus yang menimpa anaknya ini langsung saja melapor ke Polsek Pangandaran. 

Menurut pengakuan ayah korban, saat itu anaknya yang baru berusia 16 tahun dipaksa untuk melakukan hubungan badan di salah satu mess. Meskipun sudah berupaya berontak, namun korban tak berdaya karena kalah tenaga dan kejadian itu terus berulang hingga korban hamil.

"Anak saya kini terpaksa putus sekolah karena berbadan dua. Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya," kata ayah korban, Selasa (13/7/2021).

Dia mengetahui peristiwa tersebut setelah istri pelaku datang ke rumahnya dan meminta agar anaknya jangan mengganggu suaminya. Dia pun langsung menanyakan kebenaran kabar tersebut kepada anaknya. Berdasarkan pengakuan korban, dia dipaksa melakukan hubungan badan oleh pelaku. Begitu mendengar jawaban AI seperti itu, ayah korban pun geram dan melapor ke kepolisian.

Di bagian lain, korban mengaku saat kejadian dirinya tengah berkerja di rumah makan di mana pelaku sebagai kasirnya. Saat masuk ke mess, pelaku memaksa untuk melakukan hubungan badan. Dia pun sempat menolak, namun pelaku terus memaksa. Akhirnya peristiwa pencabulan pun terjadi.

Sementara itu, pihak kepolisian yang menerima laporan akan menindaklanjuti kasus ini. Jika terbukti pelaku akan dijerat Pasal 81 ayat 2 jo Pasal 76d UU Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Asep Supiandi