Pesta Nikah Dilarang saat PPKM Darurat, Pengusaha WO di Purwakarta Rugi Ratusan Juta

Irwan · Selasa, 13 Juli 2021 - 10:23:00 WIB
Pesta Nikah Dilarang saat PPKM Darurat, Pengusaha WO di Purwakarta Rugi Ratusan Juta
Karyawan perusahaan wedding organizer di Purwakarta sedang merapihkan kursi. Mere harus gigit jari lantaran respesi pernikahan dilarang saat PPKM Darurat. (Foto: iNewsTv/Irwan) 

PURWAKARTA, iNews.id - Pemerintah merevisi aturan PPKM Darurat yang saat ini tengah diterapkan, salah satunya meniadakan resepsi pernikahan. Padahal dalam aturan sebelumnya resepsi pernikahan masih dibolehkan dengan pembatasan ketat. 

Perubahan aturan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi pengusaha wedding organizer (WO) di Purwakarta. Bahkan beberapa pengusaha mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah. 

Sania Lestari, salah satu pegusaha WO di wilayah Kecamatan Bungursari, mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini. Setelah di masa pandemi Covid-19 tahun lalu, usahanya sempat terpukul oleh kebijakan PSBB. Kini usahanya harus mengalami hal serupa dengan revisi aturan PPKM yang meniadakan resepsi pernikahan.  

Sebelum diberlakukan PPKM Darurat, dia masih bisa melayani warga yang akan menggelar pernikahan meski dengan pembatasan yang ketat. Namun saat resepsi pernikahan ditiadakan, Sania harus gigit jari. Pasalnya, semua agenda pernikahan calon pengantin harus diundur atau ditunda, bahkan ada juga yang dibatalkan. 

Karyawannya saat ini hanya bisa merawat dan merapihkan perlengkapan dekorasi lantaran tidak adanya pekerjaan. Biasanya di bulan Rayagung (bulan Dzulhijjah) ini pengusaha WO kebanjiran orderan. Karena banyak yang memanfaatkan waktu ini untuk melangsungkan respesi pernikahan.

Namun, panen orderan itu kini sirna dan harus menunda acara resepsi. Dampaknya dia tidak bisa melayani calon pengantin di bulan berikutnya karena harus melayani calon pengantin yang sudah mengundurkan waktu acara. 

Bahkan di tahun lalu dia harus mengembalikan uang ke calon pengantin karena pembatalan acara resepsi. Padahal ketika itu dia sudah membeli perlengkapan yang akan digunakan untuk hajatan.

"Ya rugi lah yang harusnya bulan ini kita waktunya nyari duit karena kan bulan Rayagung kalo di Islam banyak yang nikah. Sekarang karena mundur yang seharusnya kita kerjain sekarang next di bulan depan kita enggak ada klien baru. Jadi kita masih ngegarap klien bulan ini, rugi sekali, selama pandemi kerugian merosot 50 persen," kata Sania (13/7/2021). 

Pelaku usaha WO ini berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi pandemi Covid-19. Situasi ini bisa diharapkan kembali normal sehingga semua pelaku usaha bisa bangkit dari keterpurukan.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: