Duh, Gaji Sopir Truk Sampah di UPT Kebersihan KBB Dipangkas 50 Persen

Adi Haryanto ยท Rabu, 23 November 2022 - 19:37:00 WIB
Duh, Gaji Sopir Truk Sampah di UPT Kebersihan KBB Dipangkas 50 Persen
Truk pengangkut sampah yang hendak masuk ke TPA Sarimukti di Cipatat, KBB. (Foto: Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Upah petugas UPT Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipangkas 50 persen. Para petugas pun menyuarakan aspirasinya kepada pihak berwenang di kantor UPT Kebersihan KBB, Rabu (23/11/2022).

Mereka mengaku tidak mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, namun tiba-tiba upah yang diterima berkurang dari biasanya. Kondisi itu terjadi saat menerima upah dua bulan terakhir, yakni Oktober dan November 2022. Karena selama ini tidak ada penjelasan akhirnya mereka inisiatif mempertanyakan hal tersebut. 

"Enggak, ini bukan demo, hanya meminta kejelasan kepada pejabat UPT Kebersihan tentang pengurangan gaji kami untuk yang bulan Oktober dan November," kata salah seorang pegawai, Sandi. 

Akibat adanya pengurangan gaji hingga 50 persen, maka kini mereka jika biasanya membawa pulang gaji sekitar Rp3 juta/bulan menjadi hanya Rp1,5 juta/bulan. Ironisnya hal tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pegawai sehingga membuat semua pegawai resah dan bertanya-tanya. 

Pengurangan gaji bulan Oktober-November itu terjadi kepada sekitar 285 pegawai di UPT Kebersihan DLH KBB. Jumlah tersebut terdiri dari sopir dan kernet truk sampah, penyapu jalan, pengemudi motor roda tiga, petugas keamanan, penjaga TPA, petugas pengawas lapangan, dan staf. 

Tidak hanya itu, lanjut dia, mereka juga mempertanyakan alokasi kepastian dana Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan pengangkut sampah. Sebab ketersediaan biaya BBM untuk truk kerap tidak ada sehingga dirinya terpaksa harus merogoh kocek sendiri.

"Tadi sudah ada penjelasan untuk sopir dan kernet truk nominal gaji pokok tetap Rp1,5 juta. Tapi ditambah Rp1,5 untuk uang lembur. Jadi tetap bisa mendapatkan Rp3 juta," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk sampah ini. 

Salah satu petugas keamanan di kantor UPT Kebersihan KBB, Dudi, mengaku hanya bisa pasrah terkait adanya kebijakan penyusutan gaji. Itu dikarenakan kebijakannya sudah diputuskan final oleh TAPD Pemda KBB kepada seluruh pegawai honorer di semua organisasi perangkat daerah (OPD).

"Mau gimana lagi, memang dari Pemdanya ada pengurangan anggaran, jadi hanya bisa menerima kebijakan itu," ucapnya lirih. 

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: