Dikritik Tak Terurus, Benda Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon Dibersihkan

Miftahudin ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 14:30 WIB
Dikritik Tak Terurus, Benda Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon Dibersihkan
Benda pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon dibersihkan. Rabu (1/7/2020). (Foto iNews/Miftahudin).

CIREBON, iNews.id - Cucu Sultan Kasepuhan Cirebon XI Raden Raharjo Djali mengkritik benda pusaka di keraton tidak pernah dibersihkan. Selama Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, dianggap tidak terurus dan cenderung kotor.

Atas kritikan tersebut Arief Natadiningrat langsung melakukan bersih-bersih museum dan benda pusaka, Rabu (1/7/2020). Pembersihan benda benda pusaka peninggalan ini dilakukan dengan sangat hati hati.

Benda pusaka yang dibersihkan mulai dari keris, tombak serta mahkota dengan menggunakan kuas khusus. Sedangkan cairan yang digunakan memakai perasan jeruk nipis dan air kelapa.

Bukan hanya pembersihan benda-benda pusaka, keraton juga menyediakan tempat penyimpanan benda pusaka dan barang-barang kuno dalam sebuah museum.

Menurut Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, pembersihan benda benda pusaka ini sebagai bentuk perhatian keraton dalam melestarikan peninggalan Sunan Gunung Jati. "Kami mengelak kalau selama ini tidak memperhatikan peninggalan benda benda kuno ini," ujarnya.

Dia menambahkan pembersihan secara rutin dilakukan seminggu sekali. Setiap tahun juga melakukan pembersihan dengan ritual khusus.

"Biasanya kami membersihkanya saat malam satu suro," katanya.

Dengan kondisi ini, pihaknya berharap destinasi wisata dan budaya di keraton Kasepuhan menjadi tujuan wisatawan.


Editor : Faieq Hidayat