Dikira Geng Motor, Pelajar di Tasikmalaya Tewas Dipukul Balok Kayu  

Asep Juhariyono · Rabu, 12 Januari 2022 - 15:37:00 WIB
Dikira Geng Motor, Pelajar di Tasikmalaya Tewas Dipukul Balok Kayu  
Polisi merekonstruksi kasus penganiayaan hingga menyebabkan seorang pelajar di Tasikmalaya tewas. (Foto: iNewsTv/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Dikira anggota geng motor, seorang pelajar di Kota Tasikmalaya, tewas dikeroyok warga. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat terkena hantaman balok kayu.

Namun, upaya penyelamatan tak berhasil, korban berinisial SH (17) warga Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya akhirnya tak tertolong saat sedang mendapat perawatan medis. Tampak korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, seperti kepala. 

Kejadian pengeroyokan ini bermula saat korban bersama teman-temannya dengan mengendarai sepeda motor pada Minggu (5/1/2022), sekitar pukul 01.30 WIB. Keduanya kemudian lalu melintas ke lokasi kejadian di Kampung Sindang Sono Sindang Lengo, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari.

Warga yang mengira korban anggota geng motor langsung mengadangnya. Korban dipukul dengan menggunakan balok kayu dan bambu hingga terjatuh dari sepeda motor. Begitu terjatuh keduanya dipukuli oleh pelaku dengan menggunakan kayu dan bambu. Akibatnya korban mengalami luka pada bagian kepala, perut dan kaki. Bahkan helm yang dipakai korban pun pecah akibat terkena hantaman balok kayu. 

Kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban ke polisi. Pascapelaporan, anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung melakukan olah TKP dan memeriksa puluhan saksi warga sekitar di lokasi kejadian. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi akhirnya menetapkan dua pemuda, yakni IR dan JZ, warga Kelurahan  Setiamulya, sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, korban yang melintas bersama temannya dengan mengendarai dua motor ini dikira geng motor yang melintas hingga akhirnya kedua pelaku menghajar korban dengan balok kayu dan bambu. 

"Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 dan atau pasal 351 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Kapolres.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: