Demonstran Aksi Tolak PPKM di Bandung yang Ditangkap Reaktif Covid-19

Agus Warsudi · Rabu, 21 Juli 2021 - 18:40:00 WIB
Demonstran Aksi Tolak PPKM di Bandung yang Ditangkap Reaktif Covid-19
Dari 150 demonstran yang ditangkap polisi, tiga di antaranya reaktif Covid-19 berdasarkan tes swab antigen. (Foto: Humas Polrestabes Bandung)

BANDUNG, iNews.id - Tiga dari 150 demonstran yang ditangkap polisi lantaran melakukan tindakan anarkistis dan merusak fasilitas umum saat demonstrasi menolak PPKM di Kota Bandung, reaktif Covid-19. Kondisi ketiga orang itu diketahui setelah mereka menjalani tes swab rapid antigen.

Jumlah orang positif Covid-19 kemungkinan bertambah, sebab pemeriksaan swab rapid antigen terhadap 147 demonstran masih berlangsung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung. Pemeriksaan dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polrestabes Bandung.

"Dari 150 orang itu ada yang reaktif setelah kami lakukan swab antigen. Pemeriksaan masih berjalan. Hasil sementara, tiga orang reaktif," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Gedung Sate Bandung, Rabu (21/7/2021).

Kondisi kesehatan pengunjuk rasa yang reaktif Covid-19 itu, ujar Kombes Pol Ulung, rawan terjadi penularan. Sebab, selain berkerumun, sebagian besar para demonstran itu tak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mereka tidak mengenakan masker.

"Kerawanan (penularan Covid-19) dalam kerumunan itu sangat tinggi sekali. (Orang yang membawa virus Corona) berpotensi menyebarkan Covid. Apalagi mereka sebagian besar tidak memakai masker," ujar Kombes Pol Ulung.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 150 pengunjuk rasa ditangkap polisi lantaran melakukan tindakan anarkistis dan vandalisme saat demonstrasi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). Dari tangan pengunjung rasa itu, polisi menyita barang bukti lima bom molotov.

Saat ini, pengunjuk rasa yang sebagian besar pemuda dan remaja yang menggelar aksi penolakan terhadap perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tersebut, digelandang ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Polisi mendata, ke-150 orang itu terdiri atas, 6 pelajar SMP, 36 SMA, 9 mahasiswa, dan 34 pengangguran. Selain membawa bom molotov, melakukan tindakan anarkistis, mereka merusak fasilitas umum saat unjuk rasa berujung ricuh.

"Sedangkan 64 orang lainnya masih dalam proses pendataan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Kombes Pol Ulung menyatakan, kericuhan bermula ketika saat massa driver ojek online (ojol), pedagang, dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Balaikota Bandung untuk menolak perpanjangan PPKM. Setelah aksi berlangsung, massa ojek online dan pedagang memisahkan diri karena khawatir menganggu ketertiban umum.

Sedangkan massa mahasiswa tetap melanjutkan aksi unjuk rasa. Massa mahasiswa diduga ditunggangi oleh kelompok tertentu dengan ciri khas pakaian hitam yang berniat rusuh. AGUS WARSUDI

Editor : Agus Warsudi