Sedih, Uang Rp2,9 Juta yang Dikumpulkan Warga Garut untuk Berkurban Hancur Dimakan Rayap

Ii Solihin · Rabu, 21 Juli 2021 - 13:48:00 WIB
Sedih, Uang Rp2,9 Juta yang Dikumpulkan Warga Garut untuk Berkurban Hancur Dimakan Rayap
Uang yang disimpan Yadi di dalam etalase hancur dimakan rayap. Padahal uang itu sengaja dikumpulkan untuk membeli hewan kurban. (Foto: iNews.id/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Yadi Supardi (50) Warga Kampung Cimaragas, Kecamatan Cilawu garut, Jawa Barat, harus mengurungkan niatnya untuk berkurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Uang yang disimpan untuk membeli hewan kurban sebesar Rp2,9 juta hancur dimakan rayap.
 
Sebelum ditemukan rusak dimakan rayap, dia sempat menghitung uang tabungan untuk membeli kambing yang disimpan di dalam etalase dagangannya. Penghitungan uang itu dilakukan beberapa bulan sebelum Idul Adha.
 
"Waktu itu saya menghitung ada Rp2,9 juta. Uang ini saya kumpulkan dari awal Ramadan dan seminggu akan dibelikan kambing. Uang itu disisihkan dari hasil usaha warung. Ketika akan dibelikan, ternyata uangnya sudah rusak," ujar pemilik warung kecil di depan kantor Kecamatan Garut Kota ini kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).
 
Yadi sengaja menyimpan uang untuk beli hewan kurban ini di dalam etalase, supaya tidak terganggu dan digunakan untuk kebutuhan lain di rumah. "Saya sudah niat kurban, jadi uangnya saya simpan di warung supaya tidak terpakai," katanya.
 
Begitu melihat kondisi uangnya dengan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 rusak dimakan rayap, dirinya mencoba mendatangi kantor Bank Indonesia di Kota Bandung, dengan harapan uang tersebut bisa ditukar dengan yang bagus.
 
"Saya sudah dua kali datang ke BI Bandung tapi tidak bisa ditukar, katanya kerusakannya lebih dari 50 persen," terangnya, 

Meskipun tahun ini tidak jadi berkurban karena uang hancur, tetapi Yadi tidak putus asa. Rencananya tahun depan sudah berniat akan kembali berkurban.
 
"Sekarang niat saya (berkurban) belum terlaksanakan, mudah-mudahan tahun depan bisa. Saya akan mencoba mengumpulkan lagi uang untuk beli kambingnya," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi