Demo Mahasiswa di Sukabumi Dibubarkan, 2 Demonstran Sempat Diamankan Polisi

Dharmawan Hadi · Jumat, 24 September 2021 - 17:10:00 WIB
Demo Mahasiswa di Sukabumi Dibubarkan, 2 Demonstran Sempat Diamankan Polisi
Polisi dan mahasiswa terlibat aksi saling dorong saat unjuk rasa di depan Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sukabumi. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Unjuk rasa sejumlah mahasiswa di depan Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sukabumi, Jalan Suryakencana dibubarkan polisi, Jumat (24/9/2021). Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan.

Bahkan, polisi sempat menahan dua pengunjuk rasa sebelum akhirnya dilepaskan kembali. Pelepasan dua pengunjuk rasa ini pun setelah dialog antara mahasiswa dan polisi.

Awalnya, kelompok mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya bersama massa dari Serikat Petani Indonesia (SPI) berunjuk rasa di depan Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Jalan Suryakencana, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. 

Massa yang mulai berdatangan Sejak pukul 13.30 WIB menggunakan mobil komando yang membawa alat pengeras suara. Satu per satu secara bergantian massa pendemo mulai berorasi menyuarakan tuntutannya kepada Kantor ATR/BPN Kabupaten Sukabumi. 

Terlihat Ketua GMNI, Anggi Fauzi perwakilan dari dari mahasiswa melakukan orasi dan dilanjutkan oleh Rozak Daud perwakilan dari SPI juga melakukan orasi meminta kepada Kantor ATR/BPN menyelesaikan permasalahan persengketaan tanah yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Wisnu Pradana pada pukul 13.54 WIB memberikan peringatan pertama kepada para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri karena dinilai aksi tersebut tidak memiliki izin. Beberapa menit kemudian, Wakapolres kembali memberikan peringatan kedua hingga peringatan ketiga. Pasa saat itu polisi memaksa mundur para pengunjung rasa untuk membubarkan diri.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: