Dedi Mulyadi Temui Ibu yang Dipolisikan 5 Anak Kandung gegara Warisan: Jangan Takut 

Antara · Rabu, 08 Desember 2021 - 04:54:00 WIB
Dedi Mulyadi Temui Ibu yang Dipolisikan 5 Anak Kandung gegara Warisan: Jangan Takut 
Anggota DPR Dedi Mulyadi saat mengunjungi nenek Rodiah di Bekasi yang dilaporkan oleh lima anak kandungnya ke polisi dengan tuduhan penggelapan tanah warisan.  (ANTARA/Dok Dedi Mulyadi)

KARAWANG, iNews.id - Anggota DPR Dedi Mulyadi menemui Rodiah, ibu berusia 72 dalam kondisi stroke yang dipolisikan lima anak kandungnya. Dia dilaporkan atas tuduhan penggelapan tanah warisan.

“Saya akan berusaha membantu dalam segala hal yang dialami nenek Rodiah,“ ujar Dedi saat mengunjungi Rodiah di rumahnya, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/12/2021).

Dedi meminta agar Rodiah tidak usah bingung dan takut. Nenek Rodiah sudah tidak bisa berjalan sejak lima tahun lalu dan kini tinggal bersama anak keduanya M Saogi dan si bungsu Dian.

“Anak emak (Rodiah) ada delapan. Yang pro ada tiga dan lima lainnya mah ngezalimin,” kata Rodiah.

Dia menyebut, anak pertama bernama Sonya sejak awal ingin menguasai harta. Total ada sekitar 9.000 m2 tanah di empat lokasi yang ingin dikuasai. Sejatinya harta tersebut hasil kerja keras Rodiah dan almarhum suaminya membuka usaha batu bata sejak muda.

Menurutnya, tanpa diminta pun dia akan membagikan harta tersebut secara adil. Hanya saja Sonya ingin menjual dan membagikan harta tersebut.

“Oleh emak memang mau dijual nanti uangnya dibagikan mumpung masih hidup. Tapi itu tanah mau dijual anak saya yang pertama, enggak mau oleh saya. Padahal kan saya masih hidup. Harusnya kan setengah dijual karena saya masih ada, nanti kalau saya sudah tidak ada silakan dibagi lagi sisanya,” ucapnya.

Sementara itu, Dian menjelaskan pelaporan bermula saat ayahnya meninggal dunia pada 9 Januari 2019. Tiga hari pascameninggal, anak pertama mengambil secara paksa AJB tanah dari tangan ibunya. Bahkan di hari ketujuh ayahnya meninggal, sang ibu dipaksa untuk tanda tangan berkas.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: