Data Bansos Sisakan Masalah, Penerima di Majalengka Banyak Salah Sasaran 

Inin nastain · Kamis, 05 Agustus 2021 - 16:23:00 WIB
Data Bansos Sisakan Masalah, Penerima di Majalengka Banyak Salah Sasaran 
Warga menerima uang bantuan sosial dari pemerintah. (Foto : Ilustrasi)

MAJALENGKA, iNews - Program Bantuan Sosial (Banos) yang digulirkan Pemerintah Pusat menyisakan permasalahan baru di daerah. Tidak validnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) membuat program itu kerap memicu permasalahan baru, seperti yang terjadi di Majalengka.

Permasalahan tersebut diakui oleh sejumlah kuwu (kades) di Kabupaten Majalengka. Mereka mengaku kerap menemukan data penerima sejumlah bansos yang dianggap salah sasaran.

“Sengkarut, penerima adalah orang yang tidak layak. Banyak yang muda, banyak yang kaya, yang layak malah tidak menerima. Juga mereka sudah menerima sebelumnya. Jadi dobel, bahkan ada yang empat (jenis bansos mereka menerima),” kata salah satu Kuwu, Dudung Abdulah Yasin seusai audiensi dengan Kepala dinas Sosial (Dinsos), Gandana Purwana, Kamis (5/8/2021).

Kondisi tersebut, kata dia, tidak jarang memicu kemarahan warga lainnya. Diakuinya, dirinya bersama rekan-rekan kuwu lainnya kerap menjadi sasaran fitnahan warganya sendiri. Kendati demikian, Dudung mengaku serangan itu sebagai sesuatu yang wajar.

“Kami sekarang banyak fitnahan, banyak tuduhan dari masyarakat. (Tapi) ikhlas kok, ikhlas. Karena kami memaklumi. Secara manusiawi, siapa sih yang tidak geram ketika haus, minta tolong dikirim air, sementara yang sudah kembung malah dikasih,” ujar dia.

Kesemerawutan data, jelas dia, hampir terjadi di semua jenis bansos. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya beberapa TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) yang dinilai tidak berjalan sesuai aturan.

“Semua bantuan itu juga bermasalah. Ini harus ada evaluasi, rombakan dari pihak terkait juga. TKSK, pendamping harus lebih amanah, bermoral. Karena kami juga mencium ada temuan-temuan di lapangan bahwa ini juga sudah tidak murni lagi secara nurani, terbawa ke kepentingan pribadi,” tutur dia.

“Usulan kami bantuan-bantuan itu serahkan saja ke desa, nanti desa yang mengatur, mana yang layak. Kami tidak akan segan-segan mencoret mereka yang tidak layak. Kami takut kepada masyarakat, kami akan amanah,” kata Dudung yang juga Kuwu Panjalin Kidul itu.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: