Waduh, Menko PKM Sebut Ada Penyandang Disabilitas di Sukabumi Tak Kebagian Bansos  

Dharmawan Hadi · Selasa, 03 Agustus 2021 - 14:53:00 WIB
Waduh, Menko PKM Sebut Ada Penyandang Disabilitas di Sukabumi Tak Kebagian Bansos  
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, sidak bansos di Sukabumi. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi) 

SUKABUMI, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta perangkat desa memastikan bantuan sosial (bansos) diterima warga secara tepat. Hal tersebut dikatakannya saat sidak ke Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/8/2021).

Muhadjir mengecek distribusi bantuan sosial di Desa Sukamantri, baik yang bersifat rutin seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun bantuan Covid-19 seperti Bantuan Sosial Tunai atau BST, beras Bulog, dan Bantuan Langsung Tunai atau BLT Dana Desa.

"Saya lihat tadi masih ada beberapa orang kepala keluarga, yang menurut saya layak untuk dapat, saya minta untuk segera ditangani," ujar Muhadjir.

Muhadjir menambahkan, sesuai dengan pesan presiden, tidak boleh ada warga yang membutuhkan sampai tidak mendapatkan. Karena itu saya juga pesan kepada seluruh perangkat desa agar betul-betul melihat warganya, jangan sampai ada yang terlewat.

"Tadi saya lihat misalnya ada warga disabilitas, tapi malah gak kebagian, belum dihitung. Maka tadi sudah saya minta untuk segera dieksekusi, diberi," katanya.

Selain itu, Muhadjir juga meminta para kepala desa mengecek warganya yang menerima bantuan, namun tidak terdaftar di sistem Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara. Himbara sendiri merupakan sebutan untuk empat bank BUMN. Ada empat daftar bank Himbara di Indonesia, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN.

"Tadi Bu Mensos (Menteri Sosial) sudah pesan, memang ada data-data yang tidak bisa dimasukkan di dalam sistem Bank Himbara. Untuk mereka akan tetap diberi, tapi melalui PT Pos. Sehingga nanti seluruh kepala desa, jika ada warganya yang mestinya dapat, tapi tidak karena datanya tidak masuk ke sistem Himbara, maka dilaporkan untuk diberikan bantuan melalui PT Pos," kata Muhadjir.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: