Bentrok Ormas di Sukabumi, 3 Pemicu Keributan Ditangkap Polisi

Antara, Indra Firdaus ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:20 WIB
Bentrok Ormas di Sukabumi, 3 Pemicu Keributan Ditangkap Polisi
Petugas Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota menggiring tiga pelaku pembacokan terhadap tiga korban yang memicu bentrokan antarormas di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Sabtu (25/1/2020). (Foto: Antara)

SUKABUMI, iNews.id – Polisi menangkap tiga pelaku pemicu bentrokan ratusan anggota dari dua organisasi masyarakat (ormas) berbeda di wilayah perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (25/1/2020). Ketiga tersangka ditangkap tidak lama setelah terjadi aksi balas dendam yang dilakukan kelompok ormas.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, Polres Sukabumi Kota menangkap ketiga pelaku dibantu Polda Jabar. Ketiga tersangka yakni, RT alias T (25), DF alias H (29) dan RM alias E (25).

“Para pemuda ini merupakan anggota ormas yang melakukan pembacokan terhadap tiga anggota ormas berbeda di Kampung Santong, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang,” kata Wisnu Prabowo di Sukabumi, Sabtu (25/1/2020).

 

BACA JUGA:

Viral Video Bentrok Ormas di Sukabumi Diduga Gegara Medsos, 3 Orang Luka Bacok

Pascabentrok 2 Ormas, Perbatasan Sukabumi-Cianjur Dijaga Ketat

 

Hingga saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota dan akan diserahkan kepada Polda Jabar untuk penyidikan lebih lanjut. Ketiga tersangka ini diduga memicu bentrokan yang terjadi pada Jumat (24/1/2020) itu meluas hingga Sabtu (25/1/2020).

Selain menangkap ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti berupa tiga lembar hasil visum et refertum. Polisi masih mencari tiga golok yang digunakan para tersangka untuk melakukan penganiayaan. Diketahui, bentrokan tersebut mengakibatkan tiga korban, yakni M (30), Y (26) dan H (34).

Ketiganya mengalami luka cukup parah akibat bacokan. Ketiga korban mengalami luka di bagian wajah, tangan, kepala dan punggung dan menjalani pengobatan medis di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur. Dua dari tiga korban sudah pulang, namun seorang lagi masih dalam perawatan karena luka parah di bagian kepala.

Pascakejadian itu, polisi juga mengupayakan mediasi antara kedua pimpinan ormas. Saat ini, mediasi masih terus berlangsung untuk meredam agar tidak terjadi bentrokan susulan.

Wisnu menegaskan ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUH-Pidana dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun dan Pasal 351 ayat (2) KUH-Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kami mengimbau kepada kedua belah ormas yang bertikai agar tidak lagi melakukan aksi balas dendam atau memicu bentrokan susulan,” katanya.


Editor : Maria Christina