get app
inews
Aa Text
Read Next : Semburan Lumpur di Cirebon, Hewan Liar Mati Mengering Tiap Hari

Bau Belerang Menyengat, Polisi Perluas Area Aman Semburan Lumpur di Cirebon

Sabtu, 05 Juni 2021 - 09:15:00 WIB
Bau Belerang Menyengat, Polisi Perluas Area Aman Semburan Lumpur di Cirebon
Polresta Cirebon dan Satpol PP Kabupaten Cirebon memperluas area aman menjadi 12 meter dari titik semburan lumpur karena bau belerang dan gas semakin menyengat. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id - Bau belerang dan gas semakin menyengat dari semburan lumpur di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Petugas kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Cirebon memperluas area aman agar warga jadi terdampak, Sabtu (5/6/2021).

Petugas mengubah posisi garis lingkar area aman dari semburan, semula 3 menjadi 12 meter. Sejumlah petugas dari Polresta Cirebon dan Satpol PP Kabupaten Cirebon mengecek kondisi semburan yang kian bergolak.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, perluasan area aman ini dilakukan setelah ramai masyarakat datang dan melihat lokasi semburan dari dekat. 

"Petugas melebarkan garis area aman dari awal tiga menjadi 12 meter. Garis polisi dipasang untuk mencegah masyarakat mendekat," kata Kapolresta Cirebon.

Selain pemasanhan garis aman, ujar Komes Pol M Syahduddi, petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Babinsa, dan perangkat desa di siaga di sekitar lokai semburan. 

"Nanti masyarakat yang datang hanya bisa melihat dari kejauhan dan tidak diperkenankan mendekat ke lokasi semburan yang berada tepat di bawah situs keramat Cipanas ini," ujar Kombes Pol M Syahduddi.

Sampai saat ini, semburan yang sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir masih bergolak. Bahkan aroma belerang disertai gas kian menyengat hingga menyebabkan banyak hewan liar mati bergeletakan di dekat lokasi semburan.

Diberitakan sebelumnya, puluhan hewan liar mati mendadak tidak jauh dari lokasi semburan lumpur mirip kawah di Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/6/2021). Hewan jenis burung, katak, ular hingga tikus sawah bergelimpangan mengering di sekitar area semburan lumpur.

Kematian mendadak hewan liar itu pun menambah kekhawatiran bahwa semburan lumpur juga akan berdampak buruk terhadap warga. Apalagi berdasarkan pengakuan sejumlah warga, sejak semburan lumpur terjadi, hampir setiap hari ditemukan hewan mati mengering. 

Meskipun untuk kematian hewan liar itu belum bisa dipastikan apakah akibat terdampak gas dari semburan lumpur atau bukan. Hingga saat ini pemerintah desa setempat masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penanganan lanjutan.

"Saat ini kami masih menunggu kabar hasil uji laboratorium yang dilalukan Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jawa Barat. Hasil laboratorium itu sangat penting untuk memastikan langkah selanjutnya," kata Yayan Ahmad, perangkat Desa Cipanas

Terpantau, lokasi semburan lumpur hampir setiap sore ramai dikunjungi warga. Mereka pada umumnya merasa penasaran dengan kabar adanya semburan lumpur yang mirip kawah. Sontak saja, aparat desa setempat menyiagakan perangkatnya untuk menjaga keamanan serta memastikan tidak ada warga yang mendekat ke titik semburan. Toiskandar

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut