Bakal Rugi Rp60 Miliar, Pemerintah Diminta Hat-Hati Tutup Tempat Wisata 

Arif Budianto · Rabu, 16 Juni 2021 - 14:46:00 WIB
Bakal Rugi Rp60 Miliar, Pemerintah Diminta Hat-Hati Tutup Tempat Wisata 
Wisatawan di objek wisata Orchid Forest, di Cikole, Lembang, selalu diingatkan untuk menerapkan prokes sesuai standar keamanan selama pandemi Covid-19 oleh pengelola. (Foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG, iNews.id - Pelaku pariwisata di Bandung raya meminta pemerintah berhati-hati membuka dan menutup tempat wisata, imbas dari naiknya kasus Covid-19. Dengan penutupan tersebut akan menimbulkan kerugian besar bagi pengelola wisata dengan potensi kehilangan Rp600 miliar.

Pemerintah pun diminta mempertimbangkan adanya pilihan ribu pekerja yang bakal terdampak atas kebijakan penutupan itu.

Ketua DPD Perhimpunan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Jawa Barat, Heni Smith, meminta, hendaknya pemerintah melakukan kebijakan lebih hati-hati dalam menutup objek wisata.

Menurut Heni, pihaknya meminta pemerintah mempertimbangkan matang-matang sebelum melakukan penutupan objek wisata dalam rangka pengendalian penyebaran Covid 19. 

"Pemerintah harus melihat banyak aspek jangan hanya main tutup seperti selama ini dilakukan," kata dia, Rabu (16/6/2021).

Di kawasan Bandung raya tercatat lebih dari 100 objek wisata yang harus ditutup berdasarkan instruksi atau imbauan Gubernur Jawa Barat. Dalam jumlah itu terdapat 20.000 lebih orang yang bergantung hidupnya kepada berjalannya objek wisata tersebut baik yang langsung ataupun tidak langsung.

Dalam penutupan objek wisata selama sepekan ke depan, pihaknya memperkirakan kerugian yang diderita oleh pihak pengelola objek wisata sekitar Rp60 miliar. Itu potensi yang hilang akibat ditutupnya objek wisata selama sepekan.

Heni mengimbau pihak pemerintah harus mempertimbangkan pemberian kompensasi seperti misalnya relaksasi pajak, kredit ke perbankan, dan aspek lainnya yang bisa membantu Meringankan dampak penutupan.  

"Anggota kami banyak yang mengusulkan hal-hal tersebut," ucap Heni. 

Editor : Asep Supiandi