Astaga, 9 Santriwati Diduga Dilecehkan Oknum Ustaz Pesantren di Tasikmalaya Selatan

Asep Juhariyono ยท Senin, 13 Desember 2021 - 10:46:00 WIB
Astaga, 9 Santriwati Diduga Dilecehkan Oknum Ustaz Pesantren di Tasikmalaya Selatan
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual. (Foto: istimewa/ilustrasi)

TASIKMALAYA, iNews.id - Belum reda kasus pelecehan seksual terhadap belasan santriwati di Kota Bandung, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 9 anak menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh ustaz atau guru mengaji di pesantren.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, dalam tiga pekan terakhir ini terus mendampingi para korban santriwati yang mengaku dicabuli guru pesantrennya. 

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, dari hasil penelurusan yang dilakukan timnya, setidaknya jumlah korban dugaan pencabulan yang lakukan oleh seorang oknum guru atau ustaz di salah satu pondok pesantren mencapai 9 santriwati.

Kata Ato, kasus tersebut muncul ke permukaan setelah salah seorang korbannya melaporkan ke KPAID yang kemudian diikuti oleh para korban lainnya.

“Pondok pesantrennya berada di wilayah Tasikmalaya selatan dan diketahui pelakunya pun sebagai salah satu pengurus yayasan pesantren tersebut,” kata KPAID Kabupaten Tasikmalaya kepada iNewsTasikmalaya.id, Minggu (12/12/2021). 

Menurut Ato, motif aksi pencabulan kepada santriwati ini hampir sama dengan kasus asusila di Kota Bandung yang menimpa belasan murid perempuan yang berusia antara 13 sampai 17 tahun. 

“Yang baru lapor ke polisi dua korban. Semua korbannya ada sembilan orang. Kami sudah mendampingi (korban) saat melapor ke Polres Tasikmalaya lima hari lalu. Pelakunya ini oknum (guru atau ustaz) ya di lembaga (pesantren) tersebut,” kata dia. 

Ato menuturkan, sebelum mendampingi para korban melapor ke polisi, KPAID Kabupaten Tasikmalaya juga telah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi atau keterangan para korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh gurunya. 

“KPAID akan terus mendampingi para korban dugaan pelecehan seksual ini. Kami juga akan terus memberikan trauma healing dan menjaga dampak psikologis dan sosial para korban,” ujarnya. 

Ato menuturkan, menurut pengakuan para korban, mereka diduga dicabuli di lokasi pendidikan dengan modus pengobatan. Santriwati yang sakit diberi air minum kemudian terjadi perbuatan tak senonoh. 

“Aksi dugaan pencabulan ini dilakukan oknum saat sedang sepi, mulai dari tempat mengajar dan tempat lainnya di lingkungan pendidikan,” tutur Ato. 

"kami hanya menjalankan tugas negara untuk melindungi para korban anak di bawah umur yang mengalami pelecehan seksual," ucapnya. 

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, sampai saat ini KPAID Kabupaten Tasikmalaya terus mendampingi para korban sampai kasus ini terungkap oleh pihak Kepolisian. "Kami terus berkoordinasi dengan para orang tua korban dan kami amankan para korban di lokasi yang sangat aman. Kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian," ujar Ato. 

Sementara itu, Kepala Polres (Kapolres) Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono membenarkan Satreskrim Polres Tasikmalaya menerima laporan kasus dugaan cabul oleh oknum guru atau ustaz di salah satu pesantren terhadap para santriwatinya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya tersebut. 

Saat ini, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya sedang menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan. "Siap, sudah ada laporan polisinya. Kami sedang tangani," kata Kapolres Tasikmalaya.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: