3 Korban Miras Oplosan di Tasikmalaya Membaik, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Asep Juhariyono · Rabu, 24 Februari 2021 - 17:17:00 WIB
3 Korban Miras Oplosan di Tasikmalaya Membaik, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Yaman, korban miras oplosan yang selamat dari maut, saat dimintai keterangan oleh polisi. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Kondisi tiga korban miras oplosan, Eip Anjas (17), Angga (17), dan Yaman (17), warga Kampung Sukasirna, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, membaik setelah rawat jalan di rumah, Rabu (24/2/2021). Saat ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mendatangi rumah korban Yaman untuk dimintai keterangan, Rabu (24/2/2021). Kepada polisi, Yaman mengatakan, dirinya bersama Pupung (25), Edpin (17), Eip Anjar, dan Angga, menenggak miras oplosan pada Jumat (19/2/2021) malam.

Sebelum pesta digelar, korban Edpin memesan alkohol 90 persen secara online dengan harga Rp28.000 termasuk ongkos kirim pada Senin (15/2/2021). Alkohol 90 persen itu datang pada Kamis (18/2/2021).

Kemudian pada Jumat (19/2/2021) malam, Yaman bersama empat temannya itu mengoplos alkohol 96 persen dengan satu botol sirup yang dibeli oleh Angga dan ditambah obat batuk cair. Pesta miras oplosan pun digelar pada Jumat (19/2/2021) malam di tempat kerja Pupung.

"Pada Sabtu (20/2021) malam, saya merasakan pusing, muntah, mual, dan buang air besar hingga tak sadarkan diri selama satu hari," kata Yaman di rumahnya.

Beruntung nyawa Yaman masih bisa tertolong setelah keluarga membawanya ke RSUD Dokter Soekarjo. Kini kondisi Yaman berangsur pulih dan bisa diajak ngobrol oleh keluarga dan pihak kepolisian. "Saya berjanji tidak akan menenggak miras oplosan. Saya saya kapok," ujar Yaman. 

Selain meminta keterangan Yaman, polisi mendatangi rumah Eip Anjar dan Angga yang membeli sirup. Kedua pemuda itu pun dimintai keterangan. 

Dalam olah TKP, polisi juga memeriksa lokasi tempat pesta miras. Di lokasi itu petugas memasang garis polisi. Di lokasi kejadian pesta miras, polisi mengamankan barang bukti berupa botol bekas sirup dan bungkus obat batuk. 

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, keterangan para saksi, alkohol 96 persen tersebut dibeli dari situs online oleh seorang korban tewas, Edpin. "Sejauh ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan belum bisa menetapkan tersangka," kata Kapolres Tasikmalaya Kota.

Sementara itu, keluarga korban Pupung dan Edpin telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka tidak akan menuntut siapapun. Namun pihak kepolisian akan tetap memeriksa para saksi yang kini baru berangsur pulih.

Diberitakan sebelumnya, akibat miras oplosan itu, dua orang tewas, yakni Pupung dan Edpin. Korban pertama meninggal dunia di rumah sakit adalah Edpin pada Minggu sore (21/2/2021). Jenazah Edpin telah dimakamkan hari itu juga. 

Pada Senin (22/2/2021) malam, korban Pupung akhirnya meninggal dunia di RSUD Dokter Soekardjo dan dimakamkan pada Senin malam.

Pada Selasa (23/2/2021), jerit tangis keluarga dan pacar korban Pupung pecah. Mereka berkumpul di rumah duka. Pacar Pupung tak menyangka kekasihnya itu akan tewas secara tragis. Padahal mereka telah berencana menikah.

"Kejadian pesta miras oplosan yang menewaskan dua pemuda itu baru dilaporkan oleh pihak RT setempat pada Selasa (23/2/2021) siang ke Polresta Tasikmalaya dan Polsek Cibereum. Setelah menerim laporan kami mendatangi lokasi kejadian untuk memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolsek Cibereum AKP Suyitno.

Editor : Agus Warsudi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: