2 Tersangka Korupsi Proyek Fiktif Posfin Dijebloskan ke Rutan Kebonwaru Bandung

Agus Warsudi · Jumat, 18 Februari 2022 - 09:46:00 WIB
2 Tersangka Korupsi Proyek Fiktif Posfin Dijebloskan ke Rutan Kebonwaru Bandung
Tersangka korupsi proyek fiktif di PT Posfin, Yusuf Hamengku Rahayu dan Frenki Alex Roberto, diborgol sebelum dijebloskan ke Rutan Kebonwaru Bandung. (FOTO: Seksi Penkum Kejati Jabar)

BANDUNG, iNews.id - Yusuf Hamangku Rahayu dan Frenki Alex Roberto, dua tersangka proyek fiktif Pos Finance Indonesia (Posfin), dijebloskan ke Rutan Kebonwaru, Kota Bandung. Kejati Jabar telah melakukan pelimpahan tahap II perkara tersebut pada Kamis (17/2/2022).

Saat ini, kedua tersangka, Yusuf Hamangku Rahayu dan Frenki Alex Roberto mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Kota Bandung atau Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta. Mereka akan mendekam di tahanan selama 20 hari.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jabar Dodi Gazali Emil mengatakan, pelimpahan tahap II berkas perkara, barang bukti, dan tersangka dilakukan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jabar. 

Tersangka Yusuf Hamangku Rahayu merupakan Direktur PT Sans Mitra Indonesia dan Frenki Alex Roberto selaku Direktur PT Oxela Wirta Kencana.

"Dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka Yusuf Hamangku Rahayu dan Frenki Alex Roberto ini terjadi di PT Pos Finansial Indonesia, anak perusahaan PT Pos Indonesia," kata Kasipenkum Kejati Jabar dalam keterangan resmi.

Dodi Gazali Emil mengatakan, kedua tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 November 2021. Tersangka Yusuf Hamengku Rahayu dan Frenki Alex Roberto bersepakat mensubkontrakan proyek pengadaan soil monitoring dan peremajaan lahan antara PT Sans Mitra Indonesia dengan Kementerian Pertanian dengan nilai kontrak Rp203 miliar yang ternyata proyek tersebut fiktif. 

"Proyek tersebut disubkontrakan kepada PT Posfin Indonesia senilai kurang lebih Rp57 miliar. Disepakati, PT Oxela Wirya Kencana selaku vendor atau penyedia barang.," ujar Dodi Gazali Emil.

Setelah PT Posfin memesan barang dan mentransfer uang ke PT Oxela Wirya Kencana sebesar Rp19.319.000.000, ternyata uang yang diterima PT Oxela Wirya Kecana ditransfer tersangka Frenki ke tersangka Direktur PT Sans Mitra Indonesia Yusuf Hamengku Rahayu kurang lebih dari Rp12.999.000.000.

"Sedangkan sisanya diambil oleh tersangka Frenki sebesar kurang lebih Rp6 miliar. Dana riil yang dibelikan barang oleh tersangka Frenki hanya senilai kurang lebih Rp234 juta," tutur Kasipenkum.

Akibat perbuatan korupsi itu, kata Dodi Gazali Emil, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: