Bupati Karna saat memberikan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak bencana longsor. (Foto/MPI/Inin Nastain)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Sejumlah rumah di Desa Panyindangan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diketahui mengalami rusak parah. Relokasi, kemungkinan akan dilakukan terhadap warga yang rumahnya sudah tidak layak dihuni lantaran diterjang Tanah Longsor, pekan lalu.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, dari laporan camat, ada beberapa rumah yang hancur akibat diterjang longsor. Sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan perbaikan.

"Saya terima laporan, ada rumah yang tidak lagi boleh dihuni. Kemudian melihat geografis seperti itu, ya mungkin kami akan relokasi," kata Bupati Majalengka saat meninjau lokasi longsor.

Karna ingin lokasi tidak jauh dengan tempat tinggal warga saat ini. Namun, secara keamanan, kondisinya jauh lebih aman. "Nanti akan dicari lahan-lahannya di dekat sini, nanti akan kita bebaskan. Nanti anggaran ada di (Dinas) Rumkintan," ujar Karna.

Beberapa titik di selatan Majalengka, tutur Bupati Majalengka, memang rawan musibah longsor. Namun, untuk membuat kebijakan relokasi warga secara menyeluruh tidak mudah dilakukan.

"Dilihat dari titik-titik rawan bencana, hampir memiliki kerawanan dalam bencana itu. Karena berbukit-bukit. Termasuk kampung saya di (Kecamatan) Malausma, ya begitu. Inilah yang harus dipahami masyarakat," tutur Bupati.

"Tapi kan kami sulit ya (melakukan relokasi). Merencanakan permukiman untuk masyarakat, tidak semudah itu. Seperti kejadian (pergerakan tanah) di (Desa) Cimuncang (Kecamatan Malausma). Waktu mau direlokasi, kita sudah sediakan lahan, rakyat tidak mau. Karena kejauhan. Akhirnya kita cari solusi yang dekat, yaitu di (Blok) Jotang. Walaupun kami memang harus membebaskan (lahan untuk relokasi)," ucap Karna. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Karna Sobahi menyalurkan bantuan uang tunai dari BAZNAS untuk 25 kepala keluarga. Keseluruhan bantuan untuk 25 KK di Desa Panyindangan, Girimulya, Banjaran, Cimeong, dan Desa Kareo sebesar Rp67.500.000.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT