Warga Indramayu unjuk rasa di depan proyek pembangunan plant industri PT Polytama Propindo. Mereka menuntut ganti rugi terhadap perusahaan BUMN tersebut. (FOTO: ANDRIAN SUPENDI)
Andrian Supendi

INDRAMAYU, iNews.id - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Bina Lingkungan Kawasan Industri Limbangan dan Lombang (FBLKIL2) menggelar aksi unjuk rasa di lokasi proyek pembangunan plant industri PT Polytama Propindo, Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022). Mereka menuntut hak atas dampak lingkungan proyek tersebut.

Dengan penjagaan aparat Kepolisian, massa membentangkan sepanduk tuntutan salahsatunya bertuliskan "Menolak Jalan Desa untuk Kepentingan Proyek".

Dalam aksi itu, pengunjuk rasa membawa beberapa poin tuntutan yang ditujukan kepada pihak PT Polytama Propindo, di antaranya meminta kompensasi atas kerugian para petani yang mengalami gagal panen selama dua musim dengan luas lahan persawahan sekitar 15 hektare.

Mereka juga menuntut PT Polytama Propindo menutup aktivitas proyek sebelum ganti rugi pembebasan lahan milik masyarakat dibayarkan sesuai dengan harapan.

"Kami kasih waktu kepada pihak Polytama selama dua hari. Namun, jika selama dua hari tuntutan-tuntutan itu tidak terpenuhi, maka kami akan melakukan aksi penutupan aktivitas proyek," tegas Taryono, selaku Ketua FBLKIL2, kepada MNC Portal Indonesia (MPI).

Taryono menyatakan, sebelumnya pihaknya juga telah menggelar pertemuan dengan pihak PT Polytama Propindo untuk melakukan mediasi yang pertama pada tanggal 7 Juni 2022 lalu, namun belum mengahasilkan titik temu.

"Saya harap kali ini permohonan yang diajukan oleh masyarakat tersebut dapat dikabulkan oleh pihak PT Polytama Propindo," ujarnya.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT