Bupati Majalengka Karna Sobahi. (Foto: Dokumentasi)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi angkat bicara terkait pernyataan kontroversial Arteria Dahlan yang mendesak Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) mengganti kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat kerja. Karna Sobahi meminta Arteria Dahlan meminta maaf karena telah menyakiti hati masyarakat Sunda.

Bupati Karna Sobahi mengatakan, jika Arteria menyikapi keanekaragaman budaya secara arif dan bijaksana, tidak akan muncul ungkapan tersebut. Permintaan Arteri Dahlan ke Kajagung mengganti seorang kajati hanya karena menggunakan bahasa Sunda, tidak relevan.

"Dalam menyikapi keanekaragaman budaya, tidak harus terjadi lah lontaran pernyataan itu. Hanya gara-gara seorang kajati menggunakan bahasa daerah, harus dipecat. Kurang relevan lah," kata Bupati Majalengka, Rabu (20/1/2022).

Karna menyatakan, ketika seseorang terbawa kebiasaan lingkungan ke forum resmi, tidak harus muncul ungkapan seperti disampaikan Arteria. Bahkan, kejadian tersebut dinilai lumrah dalam setiap rapat kerja.

"Perlu kearifan bagaimana menyikapi ketika ada hal yang menjadi biasa di daerahnya kemudian terbawa ke forum resmi (rapat kerja)," ujar Karna Sobahi.

"Toh yang lain menggunakan bahasa Jawa biasa, Pak Presiden menggunakan bahasa Jawa dari zaman Pak Harto juga biasa, kan. Tidak menjadi persoalan. Menurut saya tidak harus terjadi (ungkapan Arteria itu)," tutur Bupati.

Karna menilai, ungkapan Arteria tersebut telah menyakiti masyarakat Sunda. Dia berharap, anggota DPR RI dari Fraksi PDI P itu segera menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

"Tentu kita sangat menyayangkan. Kalau menggunakan bahasa daerah lain dilarang digunakan kan menyinggung daerah lain. Ya orang Sunda terusik kan, tersinggung," ucap Karna Sobahi.

"Menggunakan bahasa Inggris aja boleh, kenapa Sunda nggak boleh. Mudah-mudahan dia segera mengklarifikasi itu, minta maaf juga," lanjut Karna yang juga ketua DPC PDI Majalengka itu.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT