TACB Indramayu, TNI, dan Polri, mengecek lokasi situs makam bersejarah yang dirusak pemburu harta karun. (FOTO: ANDRIAN SUPENDI)
Antara, Andrian Supendi

INDRAMAYU, iNews.id - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bersama TNI, Polri, dan dinas kebudayaan meminta masyarakat menghentikan mencari harta karun di situs bersejarah. Tindakan mencari harta karun hingga merusak itu terjadi di situs Benggala Benggali, makam Bupati Indramayu keempat sampai keenam.

"Kami menerima laporan terkait penggalian situs bersejarah oleh warga yang sedang mencari harta karun," kata Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi.

Dedi S Musashi menyatakan, TACB menelusuri laporan itu dan ternyata benar, warga melakukan penggalian liar atau tidak berizin untuk mencari benda-benda pusaka.

"Warga menggali makam dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter menggunakan cangkul dan linggis untuk mencari harta karun. Perusakan dilakukan dengan cara menggali tanah kedalaman 2,5 meter, menggunakan cangkul dan linggis," ujarnya.

Dari hasil survei permukaan di lokasi, ujar Dedi Musashi, ditemukan bata berukuran besar dan bekas nisan kayu. Pelaku perusakan bernama Novel Kholid dan kemudian membuat surat pernyataan di atas meterai untuk tidak melakukan tindakan serupa.

Selain itu, warga kemudian mengembalikan kondisi awal dengan cara menutup lubang bekas galian agar tidak membahayakan bagi warga sekitar, terutama anak-anak. "Kami berharap bagi semua warga agar tidak merusakan situs bersejarah karena melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya" tutur Dedy Musashi.

Diberitakan sebelumnya, Situs makam Bupati Indramayu ke IV, V, dan VI di Desa, Kecamatan Sindang, dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab diduga mencari harta karun dan benda pusaka.

Perusakan itu terjadi tepat di sebelah selatan kompleks permakaman Raden Benggala, Raden Benggali, dan Raden Samaun. TACB Indramayu didampingi Koordinator Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Indramayu bersama Forkompimcam mengecek lokasi situs.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT