Total siswa yang pasti berangkat, telah mendaftar, melunasi pembayaran, diatur tempat duduk, dan kamar hotelnya, sebanyak 320 orang.
"Kami sudah melunasi semua biaya study tour itu sebsar Rp368.750.000. Setiap siswa diwajibkan membayar Rp1,3 juta. Besaran biaya itu ditentukan oleh travel," ujar Dani Wardani.
Namun pada H-1 pemberangkatan, Selasa (23/5/2023), tutur Kepala SMAN 21 Bandung, pihak sekolah menerima kabar uang dibawa kabur oleh tour leader. Saat itu, panitia study tour terkejut bukan main.
Bahkan anak-anak dan orang tua pun sangat kecewa. Sehingga pada Rabu (24/5/2023), pihak sekolah mengundang orang tua untuk menggelar rapat.
Para siswa kelas 11 yang kecewa berat pun menggelar unjuk rasa memprotes pengunduran jadwal study tour karena mereka telah siap berangkat.
"Dalam rapat, saya menyampaikan ke orang tua bahwa siswa tetap diberangkatkan. Namun belum dipastikan tanggal berangkatnya," tutur Kepala SMAN 21 Bandung.
Dari rapat itu dan ada aktivitas siswa yang kecewa berat, akhirnya menjadi viral heboh di dunia maya.
Editor : Agus Warsudi
kapolrestabes bandung Mapolrestabes Bandung polrestabes bandung dugaan penipuan dan penggelapan kasus penipuan dan penggelapan penipuan dan penggelapan study tour karyawisata kota bandung
Artikel Terkait