Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi. (FOTO: iNews/M ZENI JOHADI)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Polres Majalengka masih melakukan pendalaman terhadap kasus penemuan bayi laki-laki di PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), Desa/Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Senin (31/10/2022). Pendalaman dilakukan untuk mengungkap ayah biologis dari bayi malang tersebut.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi mengatakan, saat ini, petugas masih menunggu kondisi kesehatan, DSA, ibu kandung bayi yang sedang menjalani perawatan di RSUD Cideres, Kabupaten Majalengka, membaik, untuk diperiksa lebih lanjut.

"Kami akan mengembangkan kasus ini untuk mengetahui duduk perkaranya. Namun situasinya terduga pelaku dalam kondisi kurang baik dan sekarang dalam perawatan di rumah sakit. Tentu asal usul dari bayi ini akan kami kembangkan," kata Kapolres Majalengka, Selasa (1/11/2022).

AKBP Edwin Affandi menyatakan, petugas belum mengetahui pasti apakah bayi saat dilahirkan masih hidup atau sudah meninggal. Untuk mengetahui hal itu, petugas telah mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi. 

"Ini menunggu dari hasil otopsi. Kejadian kemarin, kami sudah merekomendasikan, membuat surat permohonan otopsi," ujar AKBP Edwin Affandi.

Selain itu, tutur Kapolres Majalengka, penyidik akan memeriksa saksi ahli atau dokter yang bisa memberikan keterangan, pertama, penyebab kematian, kedua berapa lama bayi itu meninggal di situ. Apakah saat dilahirkan sudah meninggal atau masih hidup," tutur Kapolres Majalengka.

Diberitakan sebelumnya, DSA, perempuan yang melahirkan dan membuang mayat bayi laki-laki dalam tempat sampah toilet pabrik PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, jadi tersangka, Selasa (1/11/2022). Karyawan PT SLI itu saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Majalengka melaksanakan gelar perkara kasus pembuangan mayat bayi laki-laki itu.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tindakan DSA memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Karena itu, kasus pembuangan mayat bayi ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan DSA, ibu kandung mayat bayi itu sebagai tersangka.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi mengatakan, tak lama setelah penemuan bayi menghebohkan karyawan pabrik PT SLI, manajemen perusahaan mendapatkan perempuan yang diduga melahirkan dan membuang bayinya di toilet. Ibu kandung bayi itu berinisial DSA.

"Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), barang bukti, dan keterangan saksi, kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan DSA sebagai tersangka," kata Kapolres Majalengka.

Tersangka DSA, ujar AKBP Edwin Affandi, merupakan warga Desa Sukawera, Kecamatan Ligung. DSA mengaku melakukan aksinya membuang bayi yang baru dilahirkan karena malu ke kaluarganya karena hamil di luar nikah.

"Ibu kandung bayi melakukan aksinya (membuang bayi) karena malu kepada keluarga. Dia hamil di luar nikah," ujar AKBP Edwin Affandi.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT