Undang (tengah) mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono. (FOTO: ANTARA)
Antara

GARUT, iNews.id - Pemkab Garut siap mengalokasikan anggaran untuk membantu pembangunan kembali rumah Undang yang dirobohkan rentenir di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Dana untuk pembangunan kembali rumah Undang selain dari pemkab juga dari Baznas Garut.

"Insya Allah, mudah-mudahan (rumah) segera dibangun agar Pak Undang bisa menempati tempat (rumah) yang layak," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut Ahmad Mulyana seusai jumpa pers kasus perusakan rumah warga oleh rentenir di Polres Garut, Selasa (20/9/2022).

Ahmad Mulyana menyatakan,Pemkab Garut sudah mendapatkan laporan terkait kasus rumah keluarga Undang dirobohkan oleh rentenir. Pemkab Garut telah menyiapkan bantuan perbaikan rumah dari program rumah tidak layak huni (rutilahu) sebesar Rp15 juta.

Selain dari Pemkab Garut, kata dia, rencananya ada juga bantuan dari pihak lain seperti dari Baznas Garut untuk membantu korban. "Rutilahu kalau di pemda itu sampai Rp15 (juta), tapi ada (bantuan) dari Baznas. Kita sama-sama," ujar Ahmad Mulyana.

Korban perusakan rumah, Undang yang dihadirkan saat jumpa pers di Polres Garut menyampaikan terima kasih atas perhatian dari semua pihak yang telah peduli dan memberikan bantuan. "Terima kasih banyak pak. Hatur nuhun (terima kasih)," kata Undang sambil memeluk Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, personel Polres Garut siap membantu perbaikan rumah warga yang rusak dan menjanjikan akan memberikan pekerjaan baru untuk Undang di lingkungan Markas Polres Garut. "Pak Undang karena saat ini tidak memiliki pekerjaan akan bekerja di sini menjadi pekerja harian lepas," kata Kapolres Garut.

Undang merupakan korban yang rumahnya dirusak oleh rentenir karena masalah utang yang belum dilunasi sebesar Rp1,3 juta. Undang kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi, selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa semua pihak.

Hasil pemeriksaan, polisi menetapkan sembilan tersangka, termasuk seorang rentenir yang selanjutnya ditahan untuk menjalani proses hukum. Selain wanita rentenir berinisial A, Polres Garut juga menetapkan delapan orang lainnya sebagai tersangka. Yaitu, Entoh (kerabat korban), dan NN, AC, AK, EN, BI, US, dan MA, tujuh warga yang membantu membongkar rumah Undang.

"Tersangka A kami jerat dengan Pasal 170 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP. Tersangka Entoh kami jerat dengan pasal 385 KUHP, dan tujuh tersangka lainnya Pasal 170 ayat KUHP dan atau Pasal 406 KUHP," ujar Kapolres Garut. 

Adapun untuk ancaman hukuman yang menjerat para tersangka, Pasal 170 ayat 1 KUHP memiliki ancaman hukuman selama lima tahun penjara, Pasal 406 KUHP memiliki ancaman hukuman 2,8 tahun penjara, dan Pasal 385 KUHP diancam hukuman paling lama 4 tahun penjara. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT