Murid-murid SD mengikuti pembelajaran antiradikalisme yang dikemas secara kreatif. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)
Ervan David

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat ((Pemprov) berinovasi membuat program pendidikan antikorupsi dan radikalisme di sekolah. Pendidikan ketahanan ideologi tersebut disiapkan untuk membentuk karakter sehingga anak-anak Jabar terhindar dari korupsi dan radikalisme.

"Jawa Barat selalu berinovasi seusai tantangan. Kalau ada tantangan karakter, Jawa Barat juga punya program. Saat Jawa Barat punya tantangan tentang korupsi, kami mengedukasi melalui kurikulum antikorupsi yang diinisiasi Pemprov Jabar dan Kejati Jabar," kata Gubernur Jabar di Gedung Sate, Kamis (18/8/2022).

Kemudian, ujar Ridwan Kamil, menghadapi tantangan isu terorisme dan radikalisme, Jabar mengedukasi dengan kurikulm antiradikalisme. Penerapan kurikulum ini sudah dimulai dengan kegiatan kreatif, tidak harus di dalam kelas. 

"Gus Miftah yang ceramah kebangsaan bersama saya di Arcamanik itu bagian dari kurikulum antiterorisme dan radikalisme," ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Dengan inovasi-inovasi tersebut, tutur Kang Emil, diharapkan benteng-benteng tantangan masa depan tentang pembentukan karakter melawan korupsi, radikalisme, sudah siap. 

"Tinggal di lapangan, kita edukasi oleh media juga agar negeri ini jangan ribut di dalam urusan dapurnya tetapi fokus membangun visi misi ke depan menghadapi guncangan pemanasan global, digital, dan pandemi. Kita harus hadapi," tutur Kang Emil.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT