VR, residivis yang menganiaya istri siri di Kampung Babakan Carik, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan terancam 10 tahun penjara. (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
fani ferdiansyah

GARUT, iNews.id - VR (29), residivis kasus pencurian dengan kekarasan asal Bandung, ditangkap polisi karena menganiaya istri siri di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Pelaku VR terancam hukuman 2 tahun 6 bulan dan 10 tahun penjara.  

Kapolsek Karangpawitan Kompol Saifuddin Hamzah mengatakan, pria bertato itu menganiaya istri siri warga asal Kampung Babakan Carik, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan di jalan. Akibat penganiayaan itu, korban terluka di bibir dan gigi patah. 

Kronologi peristiwa tersebut, kata Kapolsek Karangpawitan, terjadi ketika korban pulang ke rumah orang tua di Kampung Babakan Carik. Saat turun dari mobil, tersangka yang di bawah pengaruh alkohol, tiba-tiba marah. 

"Karena takut, korban mencoba melarikan diri tapi tak berhasil. Korban didorong dari belakang hingga tersungkur jatuh dan mengalami luka di bagian bibir dan giginya patah," kata Kapolsek Karangpawitan saat konferensi pers di Mapolsek Karangpawitan, Rabu (9/11/2022). 

Perbuatan tersangka, ujar Kompol Saifuddin Hamzah, kemudian dilaporkan oleh korban ke ayahnya atau mertua tersangka. VR sebelumnya telah menyiapkan sebilah golok. 

"Karena tersangka ini takut kedatangan bapaknya, tersangka sudah menyimpan golok di bawah bantal, mungkin untuk jaga-jaga jika bapak korban yang merupakan mertuanya datang," ujar Kompol Saifuddin Hamzah. 

Setelah menerima laporan, tutur Kapolsek, petugas Polsek Karangpawitan  mengamankan tersangka. Selain karena berada di bawah pengaruh alkohol, polisi masih menggali motif lain dari penganiayaan yang dilakukan tersangka kepada korban.

Namun, polisi menduga kehidupan rumah tangga korban dan tersangka sering diwarnai cekcok. "Bahkan sebelumnya korban akan melaporkan ke bapaknya supaya tersangka dikampak," tutur Kapolsek Karangpawitan.

Peristiwa kekerasan yang terjadi dapat disebut sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Namun, jelas Kapolsek Karangpawitan, karena sifat perkawinan keduanya siri, maka korban tidak mendapat perlindungan sesuai dengan UU KDRT, melainkan dilindungi Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. 

Aparat Polsek Karangpawitan juga menjerat tersangka dengan pasal mengenai kepemilikan senjata tajam tanpa izin, sesuai Pasal 2 ayat (1) UU RI Tahun 1951.

"Jadi perkaranya yaitu tindak penganiayaan dan tindak pidana memiliki menguasai menyimpan senjata tajam tanpa izin. Sebagai barang bukti, senjata tajam berupa golok bergagang kayu kepala macan telah kami amankan dari tangan tersangka," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka VR terancam hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan karena melakukan penganiayaan dan hukuman maksimal 10 tahun penjara atas kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

"Setelah diperiksa, rupanya tersangka VR ini merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan di Bandung beberapa waktu lalu," ujar Kompol Saifuddin Hamzah.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT