Massa Aliansi Umat Islam Purwakarta berunjuk rasa di depan Kantor Kemenag Purwakarta. Mereka menuntut Menag Yaqut Cholil Qoumas dipecat dan proses hukum. (FOTO: iNews/IRWAN)
Irwan

PURWAKARTA, iNews.id - Polemik perbandingan suara azan dengan gonggongan anjing ternyata belum juga usai. Terkait polemik itu, massa Islam di Kabupaten Purwakarta unjuk rasa dan menuntut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yakut dipecat dan diproses hukum, Jumat (11/3/2022).

Massa yang menamakan diri Aliansi Umat Islam Purwakarta itu menggelar unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta. Mereka mengecam pernyataan Menag yang terkesan membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Massa yang terdiri atas santri dan organisasi umat Islam itu menggelar orasi di tengah jalan di depan gerbang kantor tersebut. Mereka juga membentangkan spanduk berisi tulisan, "Pak Jokowi Pecat Mentri Agama!!! Yang Sudah Bikin Gaduh. Masyarakat Purwakarta Bersatu".

Orator berorasi di atas mobil komando menggunakan pengeras suara. Dalam orasinya, orator menyerukan umat Islam menuntut keadilan terkait penyataan Menag yang dianggap menistakan agama. 

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Menag dari jabatannya dan pihak kepolisian memproses secara hukum karena membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing dinilai telah menistakan agama Islam.

"Ketahuilah saudara-saudara, di dalam azan, terkandung kalimat-kalimat mulia. Yang pertama, kaliman tauhid, kedua nama Nabi Muhammad SAW," kata orator dalam aksi tersebut. 

Ketua Aliansi Umat Islam Purwakarta ustaz Asep Hamdan mengatakan, aksi ini digelar untuk menyuarakan aspirasi terkait pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan suara anjing dengan azan.

Aliansi Umat Islam Purwakarta, kata ustaz Asep Hamdan, mengajukan lima tuntutan. Pertama, mengecam keras pernyataan Menag yang melecehkan azan. Kedua, menuntut Menag melakukan taubatan nasuha dan sahadat ulang. 

Ketiga, berdasarkan ijtima MUI ke-7 tahun 2021 tentang kriteria penodaan dan penistaan agama Islam, menghujat, menghina, dan melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain, termasuk azan, termasuk penodaan agama. Sehingga, tindakan Menag termasuk penodaan dan penistaan agama dan atas tindakan tersebut berkonsekuensi pidana.

"Keempat, menuntut polisi selaku penegak hukum serius dan profesional atas dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan Yaqut Cholil Qoumas dan tidak menjadi tameng kekuasaan," kata ustaz Asep Hamdan.

Kelima, ujar Asep Hamdan, menyerukan seluruh umat Islam Purwakarta, termasuk seluruh umat Islam di Indonesia untuk siap siaga dan mengerahkan segala daya upaya secara konstitusional, menuntut proses hukum terhadap tindak pidana penistaan agama Islam.

"Kami akan menuntut terus menerus sampai menteri agama, terutama dilengserkan dan dipidana. Sampai batas itu. Kalau belum, tetep kami akan turun ke jalan semua. Hari ini baru sebagian kecil. Insya Allah akan lebih banyak lagi seandainya pihak kepolisian tidak memanggil atau Jokowi tidak melengserkan," ujar ustaz Asep Hamdan.

Unjuk rasa berlangsung damai dan kondusif di bawah kawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Purwakarta. Setelah menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT