Komandan Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar Kolonel Inf Agus Sasmitha saat memberikan bantuan perbaikan rutilahu dan paket sembako kepada warga di HUT ke-77 TNI, Rabu (5/10/2022). (Foto/MPI/Adi Haryanto)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Jajaran Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar menggelar kegiatan sosial dengan merehabilitasi rumah tidak layak huni yang berada di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kegiatan bakti sosial itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-77 TNI.

Perbaikan rutilahu dipimpin Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kolonel Inf Agus Sasmitha.

"Kegiatan ini merupakan program Kopassus sebagai fungsi teritorial yang diwujudkan melalui Bakti TNI dengan membantu masyarakat yang tinggal di rutilahu," kata Komandan Pusdiklatpassus ditemui di Kampung Sekekendal RT 01/07, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, KBB, Rabu (5/10/2022).

Rutilahu yang diperbaiki, ujar Kolonel Inf Agus Sasmitha, sebanyak dua unit rumah di Kecamatan Batujajar, yakni di Desa Pangauban dan Desa Cangkorah. Selain itu jajaran Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar juga membagikan paket sembako kepada sejumlah warga.

Selain rangkaian HUT TNI, kegiatan perbaikan rutilahu ini merupakan salah satu wujud dari program Kopassus Berbagi. Sebab pada dasarnya TNI  berasal dari rakyat, karena itu ada keterikatan batin dengan rakyat.

TNI harus selalu bisa berkiprah dan memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat. Melaksanakan tugas yang merupakan amanah dari negara untuk rakyat. Oleh karenanya TNI harus memiliki kemampuan dan kepekaan untuk membantu kesulitan di masyarakat. 

Pada pelaksanaan program rutilahu ini, pihaknya pun harus memilih dan memprioritaskan rumah masyarakat yang akan direhab. "Kami pilih rumah yang hampir roboh. Proses perbaikannya juga bisa dibilang sangat cepat, yakni hanya dalam kurun waktu 13 hari. Semoga dapat memberikan kenyamanan kepada penghuninya," kata Kolonel Inf Agus Sasmitha.

Warga yang rumahnya diperbaiki, Rudini (70) mengatakan, bersyukur karena rumah yang ditinggalinya sejak 1983 kini mendapat bantuan rehabilitasi dari Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar. Selama ini dia bersama istri dan dua cucunya selalu khawatir rumah ambruk terutama saat hujan deras mengguyur.

"Saya bekerja sebagai petani, jadi jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan juga sulit. Terima kasih kepada Kopassus yang sudah peduli dengan nasib kami," kata Rudini.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT