Nelayan Desa Mayangan, Kecamatan Legokulon, Subang terpaksa tak melaut lantaran tak kuat menanggung biaya operasional yang melambung akibat harga solar naik. (FOTO: iNews/YUDY HERYAWAN JUANDA)
Yudy Heryawan Juanda

SUBANG, iNews.id - Ratusan nelayan di Desa Mayangan, Kecamatan Legokulon, Kabupaten Subang, berharap pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Kenaikan harga solar saat ini membuat hidup mereka semakin sulit lantaran tak bisa melaut.

Selain harga naik, BBM jenis solar juga suli didapatkan. Kalaupun ada, solar yang tersedia habis dalam waktu cepat. Para nelayan harus berebut untuk mendapatkan solar yang harganya kini melambung.

Akibatnya, banyak nelayan di Desa Mayangan memilih tidak mencari ikan. Selain biaya operasional yang melambung, cuaca saat ini sedang tidak bersahabat, membuat mereka berpikir dua kali untuk mengais rezeki di laut. 

Ombak besar setinggi 4 hingga 6 meter mengancam keselamatan mereka. Jika kondisi ini terus berlangsung, tak menutup kemungkinan para nelayan di Kabupaten Subang akan jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem.

"Saat ini, para nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki perahu dan alat tangkap mereka. Biaya operasional sekarang tinggi. Sementara pendapatan tidak bisa menutupi biaya kami selama di laut, kata Tarno, nelayan Desa Mayangan.

Tarno menyatakan, sebelum BBM naik pun, kehidupan nelayan kecil sudah terpuruk akibat pandemi selama dua tahun. Kenaikan harga BBM semakin menambah beban berat hidup mereka.

"Hasil tangkapan ikan sedikit, BBM naik. Hidup kami, khususnya nelayan kecil, semakin berat. Kami berharap pemerintah menurunkan harga BBM jenis solar, minimal khusus buat nelayan kecil seperti kami," ujar Tarno.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT