Peluncuran minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita di Kemendag. (Foto/MPI/Advenia Elisabeth)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengawasi pola distribusi dan harga eceran tertinggi (HET) untuk penjualan Minyakita ke masyarakat.  Pasalnya, minyak goreng curah dalam kemasan sederhana yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu sudah tersedia di sejumlah pasar tradisional di KBB.

"Terkait dengan peredaran minyak goreng curah dalam kemasan sederhana dari Kemendag, Minyakita, kewenangan kami adalah mengawasi agar dijual sesuai dengan HET," kata Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag, KBB, Asep M Azhar, Jumat (12/8/2022).

Menurutnya, jika ada pedagang yang menjualnya melebihi HET maka akan dilaporkan dan menjadi catatan. Sebab kehadiran Minyakita adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan minyak murah dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Pembelian Minyakita yang menggunakan aplikasi dan NIK, tujuannya untuk memastikan penjualan sesuai dengan HET yakni Rp14.000. Sebab aplikasi itu online langsung ke Kementerian Perdagangan sehingga akan ketahuan ketika menjualnya tidak sesuai HET. 

"Aplikasi itu langsung online ke Kemendag, jadi nanti bisa diketahui, penjualannya sesuai HET atau enggak," ujarnya.


Dikatakannya, Minyakita sudah didistribusikan dari Kemendag ke agen/distributor lalu ke  pedagang sejak sepekan yang lalu. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan jumlah Minyakita yang sudah didistribusikan ke KBB karena penyalurannya tidak melalui Disperindag.

Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada para kepala UPT pasar berkaitan dengan syarat pembeliannya. Ini mengingat pembelian Minyakita tersebut harus tetap melalui aplikasi atau manual dengan mencatat NIK.  

"Melalui aplikasi itu pedagang bisa melaporkan langsung, kalau tidak pakai aplikasi pembeli harus mengeluarkan KTP untuk pencatatan NIK," ucapnya. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT