"Sehingga, orang tua dulu bikin Bubur Sura itu, ya ada ubi-ubian. Yang mungkin oleh generasi sekarang dianggap aneh. Karena bubur kok ada ubinya," lanjut dia.
Selain melestarikan tradisi orang tua zaman dulu, momen tersebut sekaligus juga untuk mempererat kebersamaan dan gotong-royong. Pasalnya, dalam prosesnya, warga bahu-membahu dari mulai urunan bahan hingga membagikan kepada masyarakat.
"Berbagi dengan sesama, mempererat persaudaraan. Berharap ada berkah yang yang kami dapatkan," ucap dia.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait