Aktivitas pedagang di basement Pasar Tagog Padalarang, KBB, sudah kembali berjualan setelah belasan los atau jongko sempat disegel karena melanggar kesepakatan. (Foto/MPI/Adi Haryanto)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Belasan los atau jongko yang sempat disegel oleh pengelola di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini kembali dipakai berjualan oleh pedagang. Pedagang sudah menerima dan dengan sukarela menjalankan kesepakatan yang dibuat.  

Diketahui, penyegelan dilakukan oleh PT Bangun Bina Persada selaku pengelola Pasar Tagog Padalarang karena pedagang dinilai telah melanggar kesepakatan yang dibuat terkait komoditas yang dijual di setiap lantai. 

"Untuk penyegelan sudah selesai, sekarang aktivitas pedagang dan jual beli kembali berjalan normal," kata Humas PT Bangun Bina Persada Daryo Solehudin, Jumat (18/11/2022).

Dia menyebutkan, awalnya sekitar 30 pedagang yang melanggar kesepakatan. Setelah dilakukan pertemuan, akhirnya semua kembali kepada kesepakatan awal. Meski ada sekitar 9-14 pedagang yang sempat membandel tapi sekarang sudah tidak ada. 

"Semua sudah clear (selesai). Kembali ke kesepakatan awal yang dibuat agar pedagang juga tertib dalam berjualan. Persoalan kemarin terjadi karena ada los yang oleh pemiliknya di kontrakan, nah yang mengontrak tidak tahu ada kesepakatan soal pembagian lantai untuk komoditas jualan," ujarnya.

Kesepakatan yang dimaksud, tutur Daryo Solehudin, lantai basement digunakan untuk jualan komositas basahan atau sayuran dan lantai satu untuk berjualan sembako. Kemudian lantai dua bagi penjual pakaian dan elektronik, sementara lantai tiga untuk food court makanan dan minuman. 

"Jadi kemarin ada yang melanggar kesepakatan, penjual di lantai satu berjualan di basement. Kami sudah ingatkan dan beri peringatan dulu sebelum disegel, supaya ketertiban pedagang tetap terjaga. Kalau dibebaskan bisa semerawut nantinya," tutur Daryo Solehudin. 

Sekarang, kata Humas PT Bangun Bina Persada, aktivitas pedagang sudah berjalan normal kembali. Di lantai basement terdapat sebanyak 728 kios dan los pedagang, kios luar 54 pedagang, lantai satu 376 pedagang, lantai dua 357 pedagang, dan lantai tiga 100 pedagang. 

"Kesepakatan itu dibuat berdasarkan persetujuan dari semua pedagang dan kami sebagai pihak pengelola. Jadi harapak semua pihak agar itu dijalankan," ucapnya. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT