Hadian Wahyudi (47) petani kopi di Kampung Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, KBB, membudidayakan kopi jenis liberika andriona. (Foto/MPI/Adi Haryanto)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Petani asal Kampung Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan ladang kopi jenis liberika andriona. Kebun kopi jenis langka itu diduga peninggalan kolonial Belanda.

Kopi liberika andriona ini pertama kali dipanen. Sebab, selama ini, kopi yang dihasilkan dari wilayah selatan KBB, jenis arabika dan robusta yang sudah banyak dikenal masyarakat. 

"Tadinya dikirain kopi jenis Arabika tapi ternyata bukan. Dari ciri-ciri biji, pohon, termasuk rasa, ini lebih kepada liberika andriona," kata petani asal Kampung Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Hadian Wahyudi (47), Sabtu (4/6/2022).

Hadian Wahyudi menyatakan, memiliki sekitar 265 pohon kopi di pegunungan Majapahit Desa Mukapayung. Sebelum panen, semua menyangka jika itu adalah pohon kopi jenis arabika atau robusta. Tapi setelah dilakukan dua kali panen baru dipastikan kopi itu jenis liberika andriona.

Pohon kopi itu sebenarnya tidak sengaja ditemukan saat akan membuka lahan untuk menanam kopi arabika dan robusta. Sehingga Hadian menduga tanaman kopi jenis liberika andriona itu merupakan sisa-sisa perkebunan masa penjajahan Belanda. 

Pohon kopi liberika andriona, ujar Hadian, memiliki ciri sangat besar, tingginya 4 meter, batang pohon berdiameter 20 sentimeter (cm), dan memiliki daun lebar. Berdasarkan catatan sejarah sekitar abad-19, jenis kopi liberika andriona didatangkan ke Hindia Belanda (Indonesia saat ini) untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang hama. 

"Bisa jadi ini peninggalan perkebunan yang ditanam pada zaman Belanda, karena kebanyakan yang ditanam ke sini (saat ini) kan robusta sama arabika," ujar Hadian Wahyudi.

Hadian menuturkan, kopi liberika andriona memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya mudah ditanam di dataran rendah dan lebih tahan terhadap kondisi cuaca, hama, dan penyakit. Kopi jenis ini juga bisa tumbuh di tanah kurang subur. 

"Kalau sampai sekarang sudah tiga kali panen, masing-masing 50 kg, 180 kg, dan 260 kg dalam bentuk green bean. Sekarang juga sedang pemupukan 5.000 polybag bibit baru kopi liberika," tuturnya.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT