Simulasi penyuntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Cimahi Tengah, Rabu (13/1/2021). (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)

BANDUNG, iNews.id - Provinsi Jawa Barat akan mengoptimalkan peran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam penanganan Covid-19. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban rumah sakit (RS) rujukan.

Saat ini, rata-rata tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) RS rujukan Covid-19 di Provinsi Jabar cukup tinggi. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan penanganan pasien Covid-19 tak maksimal.

Gagasan optimalisasi puskesmas dalam penanganan Covid-19 tersebut tertuang dalam program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa). Melalui program yang akan digulirkan di 100 puskesmas di 12 kabupaten dan kota di Jabar itu, penanganan pasien Covid-19 lebih maksimal.

Adapun ke-12 kabupaten/kota itu, yakni Kota Bandung, Cimahi, Bekasi, Depok, Bogor, Tasikmalaya, Kabupaten Bekasi, Bogor, Bogor, Karawang, Bandung, Sumedang, dan Bandung Barat.

Penentuan lokasi pelaksanaan program didasari sejumlah kriteria, di antaranya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, -sumber daya manusia kesehatan (SDMK) per kabupaten/kota, hingga kepadatan penduduk.

"Kita akan menambah SDM dari APBD. Kami perkirakan untuk menyelesaikan masalah Covid-19 harus ada tiga SDM baru yang berkompeten di bidang kesehatan," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam rapat virtual bersama 12 kepala daerah pelaksana program Puspa, Selasa (26/1/2021).


Editor : Agus Warsudi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network