Kasus penganiayaan wartawan di Karawang masih belum dilimpahkan ke kejaksaan. (Foto: Ilustrasi)
Nilakusuma

KARAWANG, iNews.id - Kuasa hukum wartawan korban penganiayaan di Karawang menduga adanya intervensi di balik penanganan kasus yang dialami kliennya tersebut. Indikatornya, kasus tersebut belum juga dilimpahkan kepolisian kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang. 

Ketua tim kuasa hukum korban, Asep Agustian, yang juga Ketua Peradi Karawang mengatakan, penanganan kasus penganiayaan wartawan dinilai sudah tidak wajar. Karena penanganan kasusnya tidak seperti kasus yang sama bisa dengan cepat ditangani dan ditangkap pelakunya. 

Untuk kasus penganiayaan wartawan Junot dan Zaenal polisi terkesan lamban. "Apa karena terduga pelakunya pejabat negara makanya penanganannya tidak seperti kasus yang lain. Atau memang ada intervensi dari hingga polisi segan bertindak," kata Asep Agustian, Rabu (16/11/2022).

Menurut dia, tim kuasa hukum korban kecewa dengan penanganan kepolisian yang cenderung lamban. Padahal dalam kasus yang sudah merusak marwah wartawan seharusnya polisi memakai kacamata kuda. "Siapa pun pelakunya seharusnya sudah ditindak sejak lama. Yang terjadi saat ini polisi tidak profesional," ujarnya.


Pihaknya kecewa dengan penanganan yang dilakukan penyidik Polres Karawang yang lamban. Dia menduga karena salah satu terduga pelakunya seorang pejabat di lingkungan Pemkab Karawang, lantas hukum itu menjadi tajam ke bawah dan tumpul ke atas. 

"Saya mewakili 20 pengacara korban atas nama Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustopa terus terang kecewa atas penanganan pihak kepolisian," tuturnya.

Menurut Asep, jika penanganan kasus penganiayaan wartawan polisi masih maka, akan menjadi preseden buruk atas penegakan hukum di Kabupaten Karawang.

"Jangan sampai, lagunya korban nanti pak hakim dan pak jaksa kapan saya mau disidang. Karena, perkaranya berkutat di kepolisian," katanya.


Diketahui, Polda Jawa Barat sudah melakukan gelar perkara ulang menyusul kekalahan polisi dalam praperadilan yang dimohonkan tersangka. Pihak kepolisian saat ini harus mengulangi kembali dari awal penanganan perkara tersebut. Akibatnya penanganan kasus penganiayaan wartawan berjalan lebih dari dua bulan belum juga selesai.    

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy menyebutkan akan kembali melakukan gelar perkara dan melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait dalam kasus ini pascamenanggnya gugatan praperadilan oleh terlapor.

"Proses ini tidak makan waktu lama karena barang bukti dan proses BAP-nya masih sama," kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy. "Minggu depan sudah bisa kami limpahkan ke kejaksaaan. Kami juga sudah kordinasi dengan kejaksaan," katanya.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT