Polisi menjenguk korban keracunan gas klorin yang bocor dari pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II. (FOTO: ANTARA)
Antara

KARAWANG, iNews.id - Polres Kabupaten Karawang telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, keracunan gas klorin dari pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II. Saksi yang diperiksa merupakan staf manajemen perusahaan.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Tommy Arif Bastomi mengatakan, ada empat saksi yang diperiksa terkait kasus warga keracunan gas pabrik PT Pindo Deli II. "Keempat orang yang diperiksa itu merupakan manajemen PT Pindo Deli II," kata Kasatreskrim Polres Karawang.

Penyidik Polres Karawang, ujar AKP Tommy Arif Bastomi, akan memeriksa saksi lainnya yang merupakan warga setempat, khususnya mereka yang menjadi korban keracunan gas tersebut.

Di lokasi kejadian, ujar AKP Tommy Arif Bastomi, juga telah memasang garis polisi. Itu dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lapangan dari Puslabfor Mabes Polri.

"Kami masih menunggu hasil Puslabfor, jadi belum bisa mengambil kesimpulan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang," kata dia.

Pada Rabu (14/9), puluhan warga Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang dibawa ke Rumah Sakit Rosela setelah mengalami keracunan gas klorin dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II.

Saat itu, di Rumah Sakit Rosela, ada sekitar 36 warga korban keracunan yang dirawat. Selain itu, ada pula belasan orang yang dirawat di klinik desa setempat. 

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang mengalami keracunan gas klorin yang bocor dari pabrik coustic soda PT Pindodeli sehingga mereka harus dibawa ke rumah sakit.

Peristiwa keracunan terjadi pukul 7.00 WIB ketika warga akan memulai kegiatan. Tiba-tiba warga di Kampung Cigempol, Desa Kutamekar dikejutkan ketika ada warga yang muntah-muntah. Kemudian hal yang sama juga dialami warga lainnya yang muntah dan mata perih. 

"Tadinya saya mendengar ada orang berteriak di jalan. Kemudian saya keluar, eh malah saya ikut mual dan mata perih juga kepala pusing," kata Ade, salah seorang warga, saat di rumah sakit Rosela, Rabu (14/9/2022).

Menurut Ade, bukan hanya dirinya yang keracunan gas klorin dari PT. Pindodeli 2, namun puluhan warga lainnya juga keracunan hingga dilarikan ke rumah sakit. Gejala yang dialami warga yang keracunan sama yaitu kepala pusing, mual dan mata perih. 

"Sebagian dibawa ke klinik desa, namun karena banyak korban akhirnya yang lainnya dibawa ke rumah sakit oleh aparat desa," katanya.

Sementara itu, Humas PT Pindodeli 2 Andar Tarihoran membenarkan peristiwa itu. Dia penyebutan kebocoran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB karena pembakaran yang tidak sempurna.

"Ini bukan kebocoran cerobong tapi karena pembakaran yang tidak sempurna. Tapi saya pastikan ini bukan peristiwa fatal. Pembakaran yang tidak sempurna membuat gas klorin keluar dari corong pembuangan atas," ujarnya.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT