Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda menemui keluarga santri yang tewas diduga akibat dianiaya senior. AKBP Dhany Aryanda memastikan kasus diusut tuntas. (FOTO: YUDI SUDIRMAN)
Yudi Sudirman

KUNINGAN, iNews.id - Kapolres AKBP Dhany Aryanda dan jajaran Polres Kuningan kunjungi keluarga almarhum Dwi Valentino Nugroho (15), santri yang tewas diduga akibat dianiaya senior di Pondok Pesantren Al Ikhlas Jambar. AKBP Dhany Aryanda memastikan kasus diusut tuntas.

Gito, orang tua almarhum dan keluarga menerima Kapolres Kuningan dan rombongan. Dalam kunjungan itu, selain menyampaikan turut berbelasungkawa, jajaran Polres Kuningan memberikan pemahaman terkait penanganan hukum atas kasus itu dan pelaksanaan autopsi.

“Kami bersyukur pihak keluarga korban memahami dan menyerahkan mekanisme penanganan perkara sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” kata Kapolres Kuningan, Selasa (22/11/2022). 

AKBP Dhany Aryanda menyatakan, saat ini, Satreskrim Polres Kuningan masih melakukan penyelidikan lebih dalam, dengan memeriksa tiga terduga pelaku kasus tindak kekerasan MD (17), AU (17), dan MAW (17), juga beberapa saksi.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya terjadi sekaligus mengungkap peran masing-masing terduga pelaku. Sekaligus mengungkap ada orang lain yang terlibat selain 3 pelaku dalam peristiwa tersebut atau tidak. 

“Sejauh ini kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan dari saksi-saksi supaya kami tidak hanya menduga-duga apa yang terjadi, dan mengetahui secara pasti kejadian sebenarnya sehingga ada korban. Kami akan memastikan setelah melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari saksi-saksi,” ujar AKBP Dhany Aryanda.

Kapolres Kuningan menuturkan, ketiga terduga pelaku sudah diamankan. Penanganan perkara ini melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kuningan untuk pendampingan. Sebab, para pelaku masih di bawah umur. "Penyidik juga akan meminta keterangan dari pihak sekolah dan yayasan," tutur Kapolres Kuningan.

Sedangkan untuk hasil visum, Dhany mengaku, masih menunggu dari rumah sakit yang memeriksa korban. Polres Kuningan juga koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu untuk mengirimkan dokter forensik. 

"Mereka akan melaksanakan proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban," ucap AKBP Dhany Aryanda. 

Diberitakan sebelumnya, Dezan Lutfi Abdullah (15), santri kelas 8 MTs Pondok Pesantren Al Ikhlas, Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, diduga dianiaya seniornya hingga tewas, Minggu (20/11/2022), sekitar pukul 21.48 WIB. Korban sempat dirujuk ke RSUD 45 Kuningan, namun akhirnya meninggal dunia.

Menurut keterangan Pimpinan Ponpes Al Ikhlas Jambar KH Jumhaer, insiden bermula dari perselisihan antara santri kelas 8 dengan kelas 9. Kemudian santri kelas 9 mengadu kepada oknum senior dan tanpa sepengetahuan pengurus pondok ketiga oknum senior itu melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

KH Jumhaer mengatakan, korban yang merupakan warga RT 021/010, Dusung Pahing, Desa/Kecamatan Kadugede, itu dibawa oleh ketiga pelaku ke petugas kesehatan pondok.

“Kemudian bersama petugas kesehatan pondok para pelaku membawa korban ke klinik terdekat. Karena keterbatasan alat medis di klinik ini, akhirnya korban dirujuk ke RSUD 45 Kuningan. Sayangnya, korban tidak bisa terselamatkan, dan sekitar pukul 21.48 WIB korban meninggal dunia,” kata Jumhaer.
 
Peristiwa ini pun telah dilaporkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum. Para pelaku juga secara resmi sudah dikeluarkan dari Ponpes Al Ikhlas Jambar.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT