Keluarga memulasar jenazah Ponpes Al Ikhlas Kuningan yang meninggal dunia. Santri tersebut diduga dianiaya oknum senior. (Foto: iNews.id/Yudi Sudirman)
Yudi Sudirman

KUNINGAN, iNews.id – DL (15), santri kelas 8 MTs Pondok Pesantren Al Ikhlas, Desa Jambar Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, diduga dianiaya oknum seniornya hingga tewas, Minggu (20/11/2022), sekitar pukul 21.48 WIB. Korban sempat dirujuk ke RSUD 45 Kuningan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Menurut keterangan Pimpinan Ponpes  Al Ikhlas Jambar KH Jumhaer, insiden bermula dari perselisihan antara santri kelas 8 dengan kelas 9. Kemudian santri kelas 9 mengadu kepada oknum senior, dan tanpa sepengetahuan pengurus pondok ketiga oknum senior itu melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

Dia mengatakan, korban yang merupakan warga RT 021/010, Dusung Pahing, Desa/Kecamatan Kadugede, itu dibawa oleh ketiga pelaku ke petugas kesehatan pondok.

“Kemudian bersama petugas kesehatan pondok para pelaku membawa korban ke klinik terdekat. Karena keterbatasan alat medis di klinik ini, akhirnya korban dirujuk ke RSUD 45 Kuningan. Sayangnya, korban tidak bisa terselamatkan, dan sekitar pukul 21.48 WIB korban meninggal dunia,” kata Jumhaer.

Peristiwa ini pun telah dilaporkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum. Para pelaku juga secara resmi sudah dikeluarkan dari Ponpes Al Ikhlas Jambar.


Di bagian lain, Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pada Senin (21/11/2022), sekitar pukul 01.00 WIB telah menerima laporan dari Yuningsih (50), warga RT 021/010, Dusun Pahing, Desa/Kecamatan Kadugede, tentang adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Sekitar pukul 01.00 WIB, Ibu Yuningsih melaporkan kepada kami bahwa keponakannya meninggal dunia setelah dianiaya pelaku,” ujar Dhany.

Menurut dia, berdasarkan keterangan sementara dari saksi di lokasi kejadian, dugaan penganiayaan tersebut dilakukan dengan cara menendang dan memukul di dalam kamar korban. Saat ini pihaknya telah mengamankan ketiga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT